juragan valas

Kenapa PinBar

Penjelasan tentang Pinbar atau disebut pinokio Bar Rp 00.00
Kenapa disebut Pinbar? Banyak orang menyebutnya Pinokio Bar. Pinbar sendiri adalah salah satu teknik trading yang hanya memfokuskan bar chart dengan menitikberatkan pada hasil shadow / sumbu candlestick.

Semenjak ditemukannya candlestick, trader sudah banyak memahami tentang adanya pinbar ini. 

Pinbar hanya cocok digunakan pada saat terjadi konsolidasi dan sideway. Sedangkan pada tren, pinbar akan banyak mengalami false signal. Lalu apakah ada kelemahan dalam menggunakan pinbar? dan bagaimana menanggulangi atau mengatisipasi? ikuti ulasannya berikut ini.

Sudah tahu kan cerita dari Pinokio? Cerita dongeng boneka yang terbuat dari kayu dengan keajaiban seorang peri bisa menjadi hidup dan berbicara. Anehnya setiap dia berbicara bohong maka hidungnya akan semakin panjang.

Sama dengan Pinbar ini, ia akan menunjukkan kebohongan arah tren yang sebenanya. Namun disini bukan hidung pinokio ya yang ditempel di chart ..wkwkwkwk... melainkan shadow atau sumbu candle yang panjang diartikan seperti hidung pinokio.

Kalau kita mengkaji lebih dalam, trading itu sebenarnya adalah sebuah permainan probabilitas. Setuju? dimana akan selalu ada harga bergerak melawan analisa walaupun yang kita analisa itu sudah sempurna. Begitu juga dengan pinbar ini akan ada kesalahan signal walaupun pinbar sudah terlihat jelas.

pinokio bar
Gambar 1. Deteksi Pinbar

Untuk mendeteksi dari kebohongannya coba perhatikan panah terakhir sebelah kanan. Dengan panjangnya shadow atau sumbu, terlihat sekali market sedang melakukan kebohongan dan mengikuti arah sebelumnya.

Kenapa candle seperti itu disebut pinbar? karena saat penutupan harga terlihat sangat jelas pembalikan arah market yang sebenarnya. Sesuai dengan cerita pinokio, makin banyak kebohongan yang dilakukan maka semakin panjang pula hidungnya.

Jadi sumbu dari candle itulah yang akan menentukan seberapa kuat tingkat kebohongan market untuk meneruskan suatu tren.

Share this on Google+
Cara Meningkatkan Performa Trading
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment