juragan valas

Emosi

manajemen emosi dalam forex trading Rp 00.00
Suatu penyakit yang melekat pada diri trader adalah penyakit emosi. Benar saja penyakit ini merayapi hampir semua trader di dunia.

Cukup mengkhawatirkan memang bila tidak segera di tangani. Bukti tersebut telah dijelaskan pada salah satu buku terkenal buatan Dr. Shindler tentang masalah emosi.

Sedikit ulasan pada buku How to Live 365 Days a Year karangan Dr. Shindler bakal mencerahkan semua Trader. Baik yang profesional maupun yang baru berkecimpung ke dunia trading.

Emosi manusia memang sudah ada sejak lahir. Tidak dipungkiri bahwa emosi merupakan karunia yang diberikan tuhan kepada kita. Dengan emosi, kita dapat belajar menjadi lebih baik, menemukan ide-ide baru, maupun memiliki pandangan maju kedepan.

Peranan emosi bagi manusia sangat penting dan diperlukan demi kelangsungan hidup. Namun bila tidak dikontrol, emosi akan menghancurkan manusia itu sendiri. Seperti pedang bermata dua, ia bisa dipakai untuk membunuh lawan tapi juga bisa digunakan untuk membunuh diri sendiri.

buku karya Dr. Shindler
Gambar 1. Buku Berjudul How to Live 365 Days a Year

Meliihat bukunya Dr. Shindler, How to Live 365 Days a Year. Dr. Schindler memperlihatkan bahwa tiga dari empat ranjang di rumah sakit dihuni oleh orang yang mengidap ( EII ) Emotionally Induced Illness. Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh emosi.

Bayangkan saja tiga dari empat orang yang sakit sekarang ini akan sehat kembali jika mereka sudah belajar bagaimana menangani emosi. Saya berharap Anda bisa mendapatkan terjemahan buku Dr. Schindler dan mengembangkan suatu usaha untuk melakukan manajemen emosi.

seorang dokter yang membuat buku berjudul How to Live 365 Days a Year
Gambar 2. Dr. Shindler

Tanpa kontrol emosi, trader akan kalah sebelum keluar dari transaksi. Itu artinya trading benar-benar membutuhkan pengalaman mental yang bisa dipakai untuk mengendalikan emosi supaya tidak terjebak dalam kerugian sesungguhnya.


Share this on Google+
Kesehatan Buruk | Korban TBC
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment