juragan valas

Korban TBC

Kisah inspiratif tentang korban TBC Rp 00.00
Ada sebuah kisah bagus, ia kebetulan seorang pengacara. Namun karena ia mengidap penyakit TBC, akhirnya banyak hal berubah dalam hidupnya.

Kisah ini menginspirasi sekali sekaligus dapat mengambil pesan yang tersirat di dalamnya. Masih berharap dirinya menjadi orang tersehat yang pernah ada di bumi ini.

Untuk melihat keseruan dalam bacaan artikel maka ikutilah untaian cerita dan jangan lupa memberikan komentar pada kotak post. Saya ucapkan selamat menikmati kisah cerita inspiratif ini.

Akhir-akhir ini saya lebih banyak memberi motivasi kepada teman-teman Trader yang tidak memiliki keberuntungan dalam hal kesehatan. Mereka selalu khawatir bahwa hidupnya terlalu sempit karena penyakit. Untuk itu saya mengatakan kepada mereka : "Cobalah bertekad untuk hidup sampai mati". 


tekanan batin
gambar 1. Stop Tekanan Batin


Saya memberikan motivasi itu karena teringat akan beberapa nasihat seorang teman. Seorang pengacara yang mengidap penyakit TBC. Teman saya ini mengerti bahwa ia harus menjalani hidup yang serba terbatas oleh aturan, tetapi hal ini tidak menghentikannya menjalankan profesi, memberi nafkah keluarga, dan ia benar-benar menikmati hidup. 


umur 78 tahun
Gambar 2. Veteran Umur 78 tahun


Kini ia berusia 78 tahun. Perkataannya yang paling saya ingat adalah : "Saya akan hidup hingga saya mati, dan saya tidak akan mencampur adukkan antara hidup dengan mati. Sementara saya masih ada di muka bumi ini maka saya akan terus hidup. Setiap menit yang dihabiskan orang untuk khawatir soal kematian sama saja orang itu sudah mati selama satu menit".


terpenjara
Gambar 3. Terpenjara oleh Keadaan


Oleh karena itu, semenjak orang-orang mengeluh karena penyakit tertentu yang diderita maka akan membuat dirinya seakan-akan terpenjara oleh penyakitnya. Hal ini dapat terus menganggu kebebasan berpikir, berekspresi, maupun mengambil keputusan. Jadi biarkan saja penyakit ada ditubuh, dan biarkan dokter yang merawatnya hingga Anda sembuh.


Share this on Google+
Emosi | Penyakit Jantung
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment