juragan valas

Alasan Sakit

orang sukses tak akan memakai alasan sakit Rp 00.00
Untuk menjadi berhasil jangan ada alasan apapun yang bisa menyinggung ketidakberhasilan. Apalagi beralasan pada kesehatan pribadi dengan harapan supaya dapat aman dari malu atau menutupi kekurangan.

Ngomong soal kesehatan pastinya akan terkait dengan penyakit yang ada pada tubuh. 

Jika disampaikan oleh calon orang sukses, maka hasil kesuksesannya nanti tidak maksimal atau malah tak berbuah manis. Artikel ini akan menunjukkan bagaimana alasan dapat menghambat keberhasilan seseorang. Sekaligus memberi cara untuk tidak memakai alasan sebagai kambing hitam.

Kunci keberhasilan seseorang dimulai dari apa yang direncanakan ataupun yang akan dijalankan. Jika kita ditanyai oleh teman, guru, dosen, ataupun rekan kerja jangan pernah membuat alasan yang merendahkan diri. Jangan pula memberi alasan yang membuat diri Anda dikasihani. Hal itu malah akan terjadi sebaliknya.


adek sakit flu
Gambar 1. Sedang Flu


Solusinya bagaimana? Jangan berbicara tentang kesehatan Anda. Serius..!! Ini benar, semakin Anda berbicara mengenai suatu penyakit, bahkan cuma flu, semakin buruk tampaknya penyakit itu. Contoh lainnya yaitu beralasan atau membicarakan tentang cuaca buruk. Itu sama saja seperti menaburkan pupuk di atas rumput. Makin menjadi-jadi alasan yang bakal dibuat. 


orang yang membosankan
Gambar 2. Dijauhi Teman-temannya


Selain itu, membuat alasan atau pembicaraan tentang kesehatan adalah kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ini membosankan orang lain, bahkan teman dekat sekalipun akan muak bila Anda selalu bercerita tentang kesehatan. 


lebay dan mengagetkan
Gambar 3. Lebay


Kebiasaan ini membuat Anda tampak egosentris serta lebay. Orang yang berpikiran sukses akan melupakan tentang kesehatan mereka yang "buruk." Orang mungkin bisa mendapatkan sedikit simpati dari ceritanya itu, tetapi ia tidak mendapatkan respek serta loyalitas dengan menjadi pengeluh kronis. Jadi hati-hati dalam membuat alasan. Orang sukses tak akan memakai cara seperti contoh di page ini.


Share this on Google+
Optimis | Khawatir Sakit
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment