juragan valas

Kisah Inteligensi

kisah chuck tentang inteligensi Rp 00.00
Mungkin Trader merasa minder atau tidak percaya diri ketika melihat temannya lancar profit, atau lancar transaksi dengan hasil bersih tanpa loss.

Menyinggung soal kepintaran seseorang tak terlepas dari inteligensi otak. Disini Anda akan ditunjukkan tentang lebih penting mana antara pikiran manusia dengan inteligensi yang dimiliki.

Kisah berikut ini akan memberikan gambaran bahwa pikiran seseorang lebih penting daripada inteligensi manusia itu sendiri. Jadi jangkan pernah merasa khawatir dianggap bodoh atau tidak pandai bertrading.

Saya punya teman, namanya Chuck Anderson. Ia akan banyak menceritakan kisah kelamnya soal inteligensi ini. Saya senang menceritakan kepada Anda karena awal dari karirnya memang sudah cerdas dan lulus dengan memiliki predikat kehormatan.

Ketika saya terakhir kali bertemu dengannya saat masih kuliah dulu adalah ia bercita-cita ingin memiliki perusahaan sendiri. Dan pertemuan terbaru ini saya kembali bertanya kepada Chuck mengenai perusahaan apa yang akhirnya ia dirikan.


berencana memiliki perusahaan pribadi
Gambar 1. Perusahaan Pribadi


"Ah," ia menyadari, "saya tidak jadi mendirikan perusahaan. Saya tidak akan mengakui hal ini kepada siapa pun waktu dulu, atau bahkan satu tahun yang lalu, tetapi sekarang saya siap membicarakannya. "Mengingat kembali pendidikan saya di perguruan tinggi, saya melihat bahwa saya menjadi ahli dalam mengetahui mengapa perusahaan yang akan saya dirikan mungkin tidak akan berhasil".


mengkalukulasi peluang usaha dan risikonya
Gambar 2. Hitung-Hitungan Usaha


Saya pelajari semua perangkap bisa saja terjadi saat mendirikan usaha. Setiap saat saya memikirkan mengapa suatu perusahaan kecil akan gagal. Solusinya menurut saya adalah 'Anda harus mempunyai modal besar, pastikan bahwa daur bisnisnya benar, Apakah ada permintaan besar dari apa yang akan ditawarkan?' 'Apakah industri lokal sedang stabil?' begitulah seribu satu macam hal harus diperiksa oleh Chuck.

Chuck melanjutkan, "Yang paling menyakitkan adalah bahwa beberapa dari teman sekolah saya yang tampaknya tidak terlalu pandai, dan bahkan tidak kuliah di perguruan tinggi, sekarang sudah sangat mapan di dalam perusahaan yang mereka dirikan sendiri. Tetapi saya, saya hanya berjalan terseret-seret, mengaudit pengiriman barang".


para usahawan muda
Gambar 3. Sukses Wirausaha


"Seandainya saya dilatih lebih baik dalam hal mengapa perusahaan kecil dapat berhasil, saya pasti akan menjadi jauh lebih baik sekarang ini, dalam segala hal". Itulah cerita Chuck menunjukkan bagaimana pikiran yang memandu inteligensi Chuck jauh lebih penting daripada besarnya inteligensi Chuck.


Share this on Google+
Minat | Gagal
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment