juragan valas

Taklukkan Takut

Rp 00.00
Berikut ini adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat membesarkan hati. Pikiran kita ingin agar Anda melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. 

Seandainya Anda benar-benar mau bekerja sama, ingatan yang tidak menyenangkan secara bertahap akan layu dan kasir di dalam bank ingatan Anda akan menghapusnya.

Dr. Melvin S. Hattwick, seorang psikolog periklanan, dalam mengomentari kemampuan kita untuk mengingat, mengatakan: "Jika perasaan yang timbul   menyenangkan, iklan mempunyai peluang lebih baik untuk diingat.

Jika perasaan yang ditimbulkan tidak menyenangkan, pembaca atau pendengar cenderung melupakan pesan iklannya. Hal yang tidak menyenangkan bertentangan dengan apa yang kita inginkan, kita pun tidak ingin mengingatnya." 

tidak takut
Gambar 1. Tidak Takut

Singkatnya, sebenarnya mudah untuk melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan jika kita benar-benar menolak untuk mengingatnya. Tarik hanya pikiran yang positif dari bank ingatan Anda. Biarkan pikiran yang lain memudar. Dan kepercayaan Anda, perasaan berada di puncak dunia, meluncur ke atas. 

Mengapa orang takut akan orang lain? Mengapa banyak orang merasa sadar diri jika berada di antara orang lain? Apa yang terletak di balik rasa malu? Apa yang dapat kita lakukan terhadap perasaan ini? 

Ketakutan akan orang lain adalah ketakutan besar. Akan tetapi ada cara untuk menaklukkannya. Anda dapat menaklukkan ketakutan akan orang jika Anda mau belajar menempatkan mereka pada "perspektif yang benar." 

Seorang teman bisnis, yang sangat berhasil dalam mengoperasikan pabriknya, menjelaskan kepada saya bagaimana ia mendapatkan perspektif yang benar mengenai orang. Contoh yang ia berikan menarik sekali. 

"Sebelum masuk tentara dalam Perang Dunia II", ia menjelaskan. "Saya takut hampir kepada semua orang. Anda tidak akan percaya betapa pemalu dan cemasnya saya waktu itu. Saya merasa semua orang jauh lebih cerdik. Saya khawatir mengenai fisik dan mental yang tidak memadai. Saya kira diri ini lahir untuk gagal.

perang dunia kedua
Gambar 2. Perawat Medis Perang Dunia II

"Kemudian, suatu kebetulan yang menguntungkan membuat saya kehilangan rasa takut akan orang selama melakukan dinas di Angkatan Darat. Pada tahun 1942 dan 1943, ketika Angkatan Darat melantik anggota baru secepat mungkin, saya ditempatkan sebagai perawat medis di sebuah kamp besar. Hari demi hari saya membantu memeriksa orang-orang itu. Semakin banyak saya melihat para prajurit baru itu, semakin kurang rasa takutku kepada orang.

"Semua orang yang dibariskan telanjang bulat itu tampak sangat serupa. Memang ada yang gemuk dan kurus, jangkung, dan pendek, tetapi mereka semua sama-sama bingung, sama-sama kesepian. 

Padahal beberapa hari sebelumnya sebagian dari mereka adalah para eksekutif muda yang sedang menanjak. Sebagian adalah petani, sebagian wiraniaga, gelandangan, pekerja kasar. Beberapa hari sebelumnya, mereka adalah orang dengan bermacam jabatan. Namun, di depot pelantikan mereka semua sama. 

jangan takut
Gambar 3. Jangan Takut

"Saya memikirkan sesuatu yang mendasar saat itu. Saya tahu bahwa orang pada dasarnya mempunyai lebih banyak persamaan daripada perbedaan. saya mengetahui bahwa orang lain mirip sekali dengan saya. Ia menyukai makanan enak, merindukan keluarga dan teman, ingin maju, dan mempunyai masalah. Ia juga suka rileks. Jadi, jika orang lain pada dasarnya sama dengan saya, maka aku tidak perlu takut atau rendah diri kepadanya."

Share this on Google+
Obat Mental | Seimbang
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment