juragan valas

Senyuman

Rp 00.00
Kebanyakan orang pernah mendengar pada suatu kesempatan bahwa senyuman adalah obat yang ampuh sekali untuk kepercayaan diri. 

Namun banyak sekali orang yang tidak benar-benar percaya akan hal ini, karena mereka tidak pernah mencoba tersenyum ketika mereka merasa takut. Buat ujian kecil ini. 

Coba merasa kalah dan tersenyumlah lebar-lebar pada saat yang sama. Apakah Anda tidak dapat melakukannya? Senyum yang lebar memberi Anda kepercayaan diri. Senyum yang lebar mengalahkan ketakutan, menggulingkan kekhawatiran, menaklukkan kemurungan. 

Dan senyum yang sebenarnya mengerjakan lebih daripada sekadar menyembuhkan perasaan Anda yang tidak enak. Senyum meluruhkan perlawanan dari orang lain secara seketika. Orang lain benar- benar tidak dapat marah kepada Anda jika Anda memberinya senyuman lebar yang tulus. 

senyuman senang
Gambar 1. Senyum Tulus

Suatu insiden kecil yang mengilustrasikan hal ini terjadi pada diri saya. Saya sedang berhenti menunggu lampu lalu lintas berganti hijau ketika mobil saya ditabrak dari belakang. Pengemudi di belakang saya agaknya terlambat menginjak rem dan akibatnya bemper belakang mobil saya miring. 

Saya melihat ke belakang lewat kaca spion dan melihatnya turun keluar. Saya juga keluar dan siap bertengkar. Saya akui bahwa saya siap menyerangnya secara verbal. Namun, untunglah, sebelum saya mendapat kesempatan ini, ia berjalan menghampiri saya sambil tersenyum dan berkata dengan nada yang bersungguh-sungguh, "Saya sungguh tidak sengaja." 

Senyuman itu dipadu dengan komentar yang tulus, meluluhkan saya. Saya menggumam, "Tidak apa-apa. Ini memang sering terjadi." Dalam waktu yang singkat sekali perlawanan saya berubah menjadi persahabatan.

Tersenyumlah lebar-lebar, maka Anda pun merasa "hari-hari bahagia kembali lagi." Tetapi, benar-benarlah tersenyum lebar. Senyum yang setengah-setengah tidak meyakinkan. Tersenyumlah hingga gigi Anda terlihat. 

tersenyum menyenangkan
Gambar 2. Tersenyum Lebar

Senyuman ukuran besar itu terjamin sepenuhnya. Saya sudah sering mendengar, "Ya, tetapi ketika saya takut akan sesuatu, atau ketika saya marah, saya tidak ingin tersenyum." Tentu saja Anda tidak ingin tersenyum. Tak seorang pun ingin. Kiatnya adalah memaksa diri mengatakan, "Saya akan tersenyum." Kemudian tersenyumlah. Manfaatkan kekuatan dari senyuman.

Share this on Google+
Terus Terang | Wawancara
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment