juragan valas

Terus Terang

Rp 00.00
Beberapa kali kami menemukan beberapa trader terdiam tanpa bicara saat acara diskusi berlangsung.

Bagaimana hal ini dapat menyelesaikan masalah bila masing-masing trader tidak mau mengemukakan pendapatnya? Mungkin mereka kurang percaya diri atau menganggap idenya sudah diketahui oleh orang lain.

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana mereka tidak mau berkomentar dan solusi apa yang terbaik untuk membangun kepercayaan diri saat dalam forum diskusi.

Praktekkan berbicara terus terang. Dalam bekerja dengan banyak jenis kelompok dari segala ukuran, saya sudah menyaksikan banyak orang dengan persepsi yang tajam dan kemampuan asli yang besar, membeku dan gagal berpartisipasi dalam diskusi. 

Ini bukan berarti bahwa orang-orang tidak mau berdiskusi, melainkan mereka tidak mempunyai kepercayaan diri. 

Orang yang malu berbicara dalam rapat berpikir dalam hati: "Opini saya mungkin tidak berharga. Jika saya mengatakan sesuatu mungkin tampak bodoh. Saya tidak mau berkata apa-apa. Selain itu, orang lain mungkin lebih tahu daripada saya. Saya tidak mau orang lain tahu betapa bodohnya saya."

takut berbicara
Gambar 1. Malu Berbicara

Tiap kali orang pemalu gagal berbicara, ia merasa semakin tidak memadai, semakin inferior. Acap kali ia membuat janji palsu kepada diri sendiri (yang jauh di dalam hatinya ia tahu tidak akan ia penuhi) untuk berbicara "lain kali." 

Hal ini sangat penting: tiap kali kita gagal berbicara, kita mengambil satu dosis lagi dari racun kepercayaan. Kita menjadi semakin kurang percaya diri. Namun, pada sisi positif, semakin banyak Anda berbicara, semakin besar Anda menambah kepercayaan diri Anda, dan semakin mudah untuk berbicara terus terang pada kesempatan berikutnya. 

Berbicaralah terus terang. Ini adalah vitamin pembangun kepercayaan. Manfaatkan pembangun kepercayaan ini. Jadikan kaidah untuk berbicara dengan berani pada tiap pertemuan terbuka yang Anda ikuti. 

Berbicaralah, katakan sesuatu secara sukararela pada tiap rapat bisnis, pertemuan panitia, forum komunitas yang Anda hadiri. Jangan buat perkecualian. Beri komentar, buat saran, ajukan pertanyaan. Dan jangan menjadi orang terakhir yang berbicara. Cobalah menjadi pemecah kekakuan, orang pertama yang memberikan komentar.

tidak ada pertanyaan
Gambar 2. Tidak Punya Ide

Dan jangan pernah khawatir akan tampak bodoh. Anda tidak akan tampak demikian. Untuk tiap orang yang tidak setuju dengan Anda, kemungkinannya ada satu orang yang akan setuju. 

Berhenti bertanya diri, "Apakah saya berani berbicara?" Sebagai gantinya, berkonsentrasilah untuk mendapatkan perhatian ketua agar Anda boleh berbicara.

Share this on Google+
Jalan Cepat | Senyuman
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment