juragan valas

Gagap

tidak pandai bicara Rp 00.00
Seorang wiraniaga mengatakan kepada saya bahwa memiliki permasalahan seperti gagap hanyalah soal kecil dalam hal bisnis jika orang bersangkutan mempunyai kualitas yang benar-benar penting.

Artikel berikut ini akan mengupas bagaimana kisah seorang pelamar kerja yang gagap mampu menjadi berharga dan berkualitas.

Tidak masalah sebesar apa kekuranganmu, namun ketika Anda memiliki secercah kelebihan, tonjonkanlah. perlihatkanlah kepada dunia bahwa Anda pun memiliki hal unik yang orang lain tidak punya.

"Saya mempunyai seorang teman yang juga seorang wiraniaga," ia mengakui, "yang senang bergurau, walaupun kadang leluconnya sama sekali tidak lucu. Beberapa bulan yang lalu seorang pemuda mengunjungi teman saya yang suka bergurau ini dan meminta pekerjaan sebagai penjual." 

"Pemuda ini sangat gagap, dan teman saya segera melihat peluang untuk memberi kejutan kepada saya. Teman saya mengatakan kepada pelamar yang gagap tersebut bahwa saat ini tidak ada lowongan di perusahaannya, tetapi salah seorang temannya (yaitu saya) mempunyai lowongan." 

"Ia menelepon saya dan memberikan laporan yang bagus mengenai orang ini. Tanpa curiga saya berkata, 'Kirim dia segera.' "Tiga puluh menit kemudian masuklah pemuda tersebut. Ia belum mengucapkan lebih dari tiga patah kata ketika saya menyadari mengapa teman saya begitu antusias mengirimnya ke tempat saya. 'S-s-s-aya J-J-Jack R.,' katanya." 

perjuangan mengungkapkan kata
Gambar 1. Gagap

"Pak G. mengirim saya untuk berbicara tentang p-p-p-pekerjaan.' Hampir tiap kata yang ia ucapkan merupakan perjuangan, dan saya berkata kepada diri sendiri,  Orang ini tidak dapat menjual uang satu dolar dengan harga satu sen." 

"Saya jengkel kepada teman saya, tetapi saya merasa kasihan kepada pelamar yang masih muda ini. Saya pikir yang paling sedikit dapat saya lakukan adalah mengajukan beberapa pertanyaan basa-basi sambil saya memikirkan alasan untuk menyingkirkannya tanpa melukai perasaannya terlalu banyak."

Namun, sementara kami berbicara, saya mengetahui bahwa orang muda ini cerdas, bahwa ia dapat membawa diri dengan sangat baik. Sayang sekali ia sangat gagap. Akhirnya, saya memutuskan mengakhiri wawancara dengan mengajukan satu pertanyaan terakhir: 'Apa yang membuat Anda berpikir Anda dapat menjual?'

"'Baiklah,' katanya, 'Saya c-c-cepat belajar, s-s-saya suka kepada orang, s-s- saya pikir Anda mempunyai perusahaan yang baik, dan saya i-i-ingin menghasilkan u-u-uang. Saya tahu saya m-m-memang sulit berb-b-bi-cara, t-t- tetapi itu tidak mengganggu s-s-saya, jadi mengapa ini harus meng-g-g-ganggu orang lain?' 

tidak bersilat lidah
Gambar 2. Sulit Berbicara

"Jawabannya membuktikan kepada saya bahwa ia memiliki semua kualifikasi yang benar-benar penting bagi seorang wiraniaga. Saya memutuskan memberinya kesempatan. Dan percaya atau tidak, ia berhasil sangat baik." 

Bahkan cacat dalam berbicara di dalam profesi yang menuntut kemampuan berbicara yang baik merupakan hal yang sepele jika orang bersangkutan mempunyai kualitas yang besar.

Share this on Google+
Pikiran Picik | Hal Sepele
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment