juragan valas

Respek

orang lain hormat kepada kita Rp 00.00
Salah satu kesuksesan adalah adanya sikap respek orang lain terhadap diri kita. Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan respek tersebut? Seperti pada artikel sebelumnya untuk mendapatkan respek pada dasarnya sederhana. 

Untuk menciptakan respek dari orang lain maka berpikirlah bahwa Anda layak mendapatkan respek. 

Semakin besar respek yang Anda miliki untuk diri sendiri, semakin besar respek yang akan diberikan orang lain kepada Anda. Uji prinsip ini maka Anda akan terkagum-kagum karenanya.

Apakah Anda mempunyai respek yang besar untuk orang yang diturunkan pangkatnya? Tentu tidak. Mengapa? Karena orang tersebut tidak menaruh respek kepada badannya. Ia membiarkan dirinya membusuk karena tidak ada respek terhadap diri sendiri. 

Respek terhadap diri sendiri terlihat melalui semua yang kita lakukan. Mari kita fokuskan perhatian pada beberapa cara spesifik di mana kita dapat meningkatkan respek kepada diri sendiri dan dengan demikian mendapatkan respek lebih besar dari orang lain. 

gaya cool
Gambar 1. Tampil Penting

Tampil penting akan membantu Anda berpikir penting. Ingat penampilan Anda selalu "berbicara." Pastikan penampilan Anda mengatakan hal-hal yang positif mengenai diri Anda. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa merasa pasti bahwa Anda tampak seperti jenis orang yang Anda inginkan.

Salah satu iklan paling jujur yang pernah saya lihat adalah slogan "Berbusanalah dengan benar. Tidak Boleh Tidak!" yang disponsori oleh American Institute of Men's and Boys' Wear. Slogan ini pantas diberi bingkai di dalam semua rumah, kantor, kamar tidur, dan ruang kelas. 

gaya enjoy
Gambar 2. Penampilan Keren

Dalam Iklan tersebut seorang polisi berbicara : "Anda biasanya dapat mengenali anak yang nakal hanya melalui penampilannya. Tentu saja ini tidak adil, tetapi begitulah kenyataannya; orang sekarang ini menilai anak melalui penampilannya, dan segera sesudah mereka mencap seorang anak, sulit untuk merubah pikiran mereka mengenai dirinya, sikap mereka terhadapnya." 

"Lihatlah anak laki-laki Anda. Lihat dia melalui mata gurunya, mata tetangga Anda. penampilannya, pakaian yang ia kenakan, memberikan kesan yang salah? Apakah Anda mengusahakannya tampak benar, berpakaian benar, kemanapun ia pergi? Itulah penampilannya."

Share this on Google+
Persepsi | Penampilan
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment