juragan valas

Gemetar

takut Rp 00.00
Belum lama ini, di dalam sebuah program pelatihan yang saya jalankan, tiap orang diminta berbicara selama sepuluh menit tentang "menjadi pemimpin." Salah seorang peserta memberikan presentasi yang menyedihkan. 

Lututnya benar-benar gemetar, dan tangannya bergetar. Ia lupa apa yang akan dikatakannya. 

Usai berbicara dengan ragu-ragu selama lima atau enam menit, ia duduk dengan benar-benar merasa kalah. Sesudah sesi tersebut saya berbicara kepadanya cukup lama untuk memintanya datang lima belas menit lebih awal pada sesi berikutnya. Seperti yang dijanjikan, ia ada di sana lebih cepat untuk sesi berikutnya.

Kami berdua duduk untuk mendiskusikan pembicaraan malam sebelumnya. Saya memintanya untuk mengingat sejelas mungkin apa yang ia pikirkan lima menit sebelum ia berbicara di depan kelas. 

"Saya kira yang saya pikirkan hanyalah tentang bagaimana takutnya saya saat itu. Saya tahu saya akan membuat diri saya tampak bodoh. Saya tahu saya akan gagal. Saya terus berpikir, 'Siapa saya ini berani-beraninya berbicara  tentang menjadi pemimpin?' Saya mencoba mengingat apa yang akan saya katakan, tetapi yang dapat saya pikirkan hanyalah mengenai kegagalan." 

takut salah
Gambar 1. Takut

"Di sanalah," saya menyela, "jawaban bagi masalah Anda. Sebelum Anda bangkit untuk berbicara di depan kelas, Anda memberi pukulan mental yang hebat. Anda meyakinkan diri sendiri bahwa Anda akan gagal. Tidak heran jika percakapan Anda tidak berhasil baik. Bukannya mengembangkan keberanian, Anda malah mengembangkan ketakutan".

"Nah, sesi malam ini," saya melanjutkan, "akan dimulai dalam waktu empat menit lagi. Inilah yang saya ingin agar Anda lakukan. Beri diri Anda percakapan pemberi semangat selama beberapa menit berikut ini". 

bertanggung jawab
Gambar 2. Berani

Masuklah ke ruang kosong itu di seberang sana dan katakan kepada diri Anda sendiri, 'Saya akan menyampaikan pembicaraan yang hebat. Saya punya sesuatu yang orang-orang itu perlu dengarkan dan yang saya ingin sampaikan.' 

"Terus ulangi kalimat-kalimat itu secara paksa dengan penuh keyakinan. Kemudian masuklah ke ruang rapat dan sajikan pidato Anda sekali lagi." Saya berharap Anda berada di sana untuk mendengar perbedaannya.

Share this on Google+
Cara Berpikir | Semangat Diri
Tambahkan

0 komentar:

Post a Comment