Skip to main content

Nentang vs Ikut

ciri para penentang dan pengikut tren market forex Rp 00.00
Bentukan market biasanya terbagi menjadi beberapa gelombang atau segmen. Masing-masing segmen tersebut memiliki ciri dan bisa digunakan oleh trader sebagai penunjang analisa.

Karena market terbagi menjadi beberapa gelombang, secara otomatis trader dapat memilih segmen mana yang mampu menjadikan profit.

Dari gelombang tersebut, trader terpecah menjadi tiga bagian. Beberapa bagian itu adalah Pengikut tren, penentang tren, dan non pengikut / penentang.

Pernahkah kita membayangkan market beserta banyaknya gerakan gelombang harga yang muncul setiap hari. Itu seperti melihat air di lautan luas. Gelombangnya terlihat tidak beraturan namun berirama.

Saat ini kita sangat beruntung karena gelombang market sudah dapat dihitung dan diidentifikasi sesuai pola dan arah prediksinya. Setiap gelombang market terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
1. Tren (searah)
2. Sideway (gerakan kecil)
3. Konsolidasi (bolak balik)


Ketiga bagian tersebut membentuk karakter trader yang sangat berbeda-beda. Ada yang senang berada dalam kisaran tren, banyak pula yang berminat pada kondisi sideway. Tetapi tidak sedikit yang fokus dengan gerakan konsolidasi. Mereka akhirnya dibagi menjadi 3 kelompok trader, diantaranya :

Pengikut Tren

Trader yang suka dengan tren akan senang sekali bila marketnya sama. Searah gitu lho..hihihi. Karena tren biasanya terjadi berhari-hari, sebaiknya diikuti secara long therm.


rudal diluncurkan oleh kapal laut AS
Gambar 1. Serangan Roket yang Searah


Kelemahannya, pengikut tren cenderung dihabisi oleh bentuk gelombang konsolidasi. Bagi trader yang ingin memanfaatkan tren, jangan memaksakan diri ya melakukan transaksi dikondisi harga bolak-balik..hihihi.. atuttt.

Penentang Tren
Trader yang tidak suka dengan tren, akan memilih arah marketnya bolak balik. Hal ini sangat menguntungkan oleh mereka yang terjun sebagai trader harian.


Kamehame Goku melawan Musuh
Gambar 2. Kamehameha Goku


Kelemahannya, para penentang tren sering kalah saat terjadi pergerakan searah. Pokoknya kerugian paling banyak didapat ketika market membentuk tren panjang.

Non Pengikut / Penentang
Trader satu ini lebih berbeda dari lainnya. Mereka peduli pada market bila harga bergerak kecil atau sideway. Ambilnya sih sedikit, tapi sering ambil . ha ha ha.. jadi banyak juga. Sebaiknya trader sideway memanfaatkan market dengan cara scalping.


Bom Waktu
Gambar 3. Bom Waktu


Kelemahannya trader dengan tipe scalp kebanyakan kasus kalah pada news. Setiap berita yang muncul merupakan ancaman berarti pada diri sang trader. Jadi perlu waspada ya.. hihihi...


Share this on Google+
Strategi BB Scalp

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setelah mencapai 100 orang setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Tanpa Listrik

Rp 00.00

Pentingnya Ilmu AQ Pada Trader

Rp 00.00 Kita tahu di dunia ini sudah ada ilmu pengembangan psikologis diantaranya : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan ada tambahan lagi yaitu AQ (Adversity Quotient). Ilmu satu ini mengukur tingkat ketahanan seseorang dikala menghadapi situasi sulit.
Ada sebuah potensi di dalam diri yang bisa dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan. Fokus dari potensi itu adalah AQ. Bagaimana menghadapi banyak rintangan, cobaan, hambatan, yang menjadi masalah adalah contoh apakah kita sanggup untuk berdiri kembali setelah terjatuh. Semakin cepat bangkit kembali dan mempertahankannya itu menandakan AQ Anda makin tinggi.

Menjadi Trader Bukan Sebuah Bakat

Rp 00.00 Profesi didunia ini banyak sekali dan setiap orang memiliki ciri khas masing-masing. Kadang juga ada orang yang memiliki bakat khusus yang tidak dimiliki manusia lain. Hal itu wajar karena kita diberi karunia oleh Tuhan. Lihat saja pelukis, pemahat, penyanyi, dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan kita sebagai trader forex? Apakah harus memiliki bakat sejak lahir supaya bisa sukses di bursa forex? Menurut penelitian 99% trader yang sukses di forex bukan karena faktor bakat sejak lahir, tapi merupakan hasil pembelajaran selama bertahun-tahun hingga membentuk karakter dan menjadi berhasil seperti sekarang ini.