Skip to main content

Nomor Dua

sikap yang menjadikan nomor dua Rp 00.00
Masihkah ada orang yang tidak percaya pada dirinya sendiri? Menganggap diri sendiri seperti orang nomor dua dan bukan merasa nomor satu dapat menurunkan kredibilitas jiwa maupun raganya.

Kisah berikut ini akan menceritakan tentang anggapan dirinya orang nomor dua. Ia penulis buku fiksi dan sampai hari ini termasuk penulis paling aktif.

Namun sayangnya ia tidak memiliki kepercayaan. Hal itu terlihat dari pembicaraannya mengenai penulis lain yang sama-sama berprofesi seperti dirinya. Bagaimaan kisahnya? 

Seorang kenalan penulis fiksi yang masih muda berbicara dengan saya belum lama ini mengenai ambisinya dalam menulis buku. Saat pembicaraan berlangsung kebetulan saya menyebutkan nama salah seorang penulis ulung di dalam bidangnya. Sebut saja Mister X.

Lalu ia menimpali : "Oh," katanya, "Mister X memang penulis ulung, tetapi tentu saja saya tidak dapat seberhasil beliau."

frustasi
Gambar 1. Kesel

Sikapnya membuat saya sangat kecewa karena perkataanya itu. Menurut saya, penulis ulung tersebut bukan orang yang super cerdas atau super apa pun kecuali super percaya. Ia percaya bahwa dirinya adalah salah satu yang terbaik, dan ia pun bertindak serta berkarya sebagai yang terbaik.

galau
Gambar 2. Kecewa

Memang baik jika kita menghormati pemimpin. Lalu belajar darinya, ikut mengamatinya, mempelajari dirinya. Tetapi jangan memujanya. Percayalah Anda dapat melebihinya. Percayalah Anda dapat mengunggulinya. Siapa yang bertahan pada sikap terbaik nomor dua pastilah menjadi orang nomor dua.

Share this on Google+
Berpikir Menang | Berpikir Kecil

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Serius Ingin Berhasil di Forex? Inilah Caranya

Rp 00.00 Bisnis paling mudah menurut kami adalah trading forex. Hanya dengan menyetorkan dana senilai $10 maka kita sudah bisa memulainya. Walaupun tidak sedikit orang menganggap bisnis ini adalah aktifitas sampingan maka mereka tidak serius untuk menggelutinya.
Lalu kita lihat lagi, bisnis apa yang paling banyak memakan korban? ternyata trading forex. Hasil penelitian mendapatkan hampir 95% trader forex rugi dan sebagian lainnya pindah profesi. Apakah memang trading forex begitu susah sehingga banyak orang menjadi korban?

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Perencanaan Trading yang Benar

Rp 00.00 Saya pernah mendengar seorang trader berkata : "Keuntungan trading itu terjadi saat exit bukan saat buka posisi". Saya sendiri percaya bahwa yang terpenting dalam trading terletak pada penutupan transaksi, bukan saat kita entry.

Walaupun Anda misalnya berhasil open posisi dipucuk, dan pair tersebut bisa bergerak dengan kencang, tanpa adanya perencanaan keluar pasar secara matang, semuanya akan jadi percuma saja.
Cerita ini mengingatkan saya bertemu dengan seorang trader asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mencoba buy GBPUSD. Kebetulan waktu itu harga memang sedang tinggi-tingginya. Lalu dia hold transaksi tersebut hingga beberapa lama.
Gambar 1. Trader Forex
Saat GBPUSD mulai turun, dia belum melepasnya karena merasa harga masih bisa naik. Namun sayang GBPUSD melemah dan turun hingga mengurangi equity hampir 50% dari modal. Akhirnya dia mulai panik dan dengan sangat terpaksa melakukan cut loss.
Perhatikan baik-baik dari cerita di atas. Ketika transaksi kena TP (Take Prof…

Cambuk Keberhasilan Trader

Rp 00.00 Michael Jeffrey Jordan merupakan atlit bola basket profesional asal Amerika. Ia merupakan pemain terkenal di dunia dan sedikitnya enam kali bisa menjuarai NBA (Liga Nasional Basket Amerika). Ia memiliki tinggi badan 198 cm dan merebut gelar pemain terbaik.
Dalam sesi wawancara ia pernah berkata, "Saya telah melewatkan lebih dari 9.000 permainan dikarir saya. Namun saya kalah hampir 300 pertandingan. Pada uji coba klasemen ke 26, saya dipercayakan pelatih untuk membawa tim menjadi juara. Sebelum bisa melewati itu, saya telah gagal berkali-kali dalam hidupku. Dan itulah mengapa saya saat ini bisa berhasil".