Skip to main content

Penyakit Dalih

penyakit dalih yang sering dilakukan oleh orang gagal Rp 00.00
Menjadi seorang yang belum sukses memang terkadang ada perasaan malu untuk mengakui dan menerimanya. 

Terlebih bila kita sudah menjanjikan suatu harapan kepada keluarga bahwa sebentar lagi bisa menggapai hasil kesuksesan khususnya diforex trading.

Namun pencapaian itu tak semanis dan semudah yang Trader bayangkan. Ia mulai memberi alasan mengapa dirinya belum berhasil.

Untuk menghilangkan dalih atau alibi baru, simaklah kisah berikut ini. Kisah yang menginspirasi kepada kita semua bahwa calon orang sukses tak memerlukan alasan apapun kenapa dirinya belum sukses.

Ada seorang tokoh besar dunia, sebut saja bernama Roosevelt.  Beliau dapat saja bersembunyi di balik tungkainya yang lumpuh. Ada lagi seorang bangsawan bernama Truman, ia dapat saja menggunaan dalih "tidak berpendidikan perguruan tinggi" namun kenyataannya ia dijuluki menjadi orang kaya dijamannya.

Penderita jantung bernama Eisenhower, ia dapat saja bersembunyi di balik serangan jantung yang dideritanya dan seharusnya ia bisa mengatakan bahwa dirinya belum berhasil karena penyakit jantungnya. Seperti semua penyakit pada umumnya, efek dari alibi menjadi semakin buruk jika tidak diobati dengan tepat dan segera.

merasa tidak dapat mengerjakan tugas dengan seharusnya
Gambar 1. Dimarahi Bos

Korban dari penyakit pikiran ini biasanya mengalami depresi dengan berkata : "Saya tidak dapat bekerja lebih baik dari yang seharusnya. Apa ya dalih yang tepat supaya orang lain tidak mempermalukan diri saya? Apakah dengan memakai alasan kesehatan saya yang buruk? kurangnya pendidikan? terlalu tua? terlalu muda? nasib buruk? kesialan pribadi? istri? cara keluarga membesarkan saya?"

Sobat Juragan Valas, coba kita lihat segera sesudah korban penyakit kegagalan ini memilih dalih yang "bagus," ia hidup bersama dalih tersebut. Kemudian, ia mengandalkan dalih pilihannya untuk menjelaskan kepada dirinya sendiri dan orang lain mengapa ia tidak maju-maju.

korban kecelakaan yang pantang menyerah
Gambar 2. Memakai Kaki Buatan

Dan tiap kali si korban ini membuat dalih, dalih tersebut menjadi tertanam lebih dalam di dalam pikiran bawah sadarnya. Sebenarnya pikiran  apapun baik positif / negatif akan semakin kuat jika dipupuk dengan pengulangan terus menerus.

Pada mulanya, korban penyakit dalih mengakui bahwa alibinya sedikit banyak merupakan kebohongan. Akan tetapi, semakin sering ia mengulanginya, semakin yakin bahwa dalih itu benar sepenuhnya. Akhirnya alibi tersebut adalah alasan sebenarnya mengapa ia tidak berhasil seperti yang seharusnya.

tidak banyak ngomong
Gambar 3. Tutup Mulut

Lalu bagaimana solusinya supaya dapat terhindar dari penyakit alibi ini? Salah satu jalan adalah Anda harus berpikir sukses. Berpikiran sukses dapat memberi vaksin kepada diri Anda terhadap penyakit dalih atau juga disebut penyakit kegagalan.

Share this on Google+
Alibi Trader | Kesehatan Buruk

Comments

Popular posts from this blog

Cara Simple Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Tanpa Listrik

Rp 00.00

Daftar Anggota

Rp 00.00 Mendaftar keanggotaan pada juragan valas memiliki banyak keuntungan. Kelebihan yang akan didapatkan para JVer adalah :

Perencanaan Trading yang Benar

Rp 00.00 Saya pernah mendengar seorang trader berkata : "Keuntungan trading itu terjadi saat exit bukan saat buka posisi". Saya sendiri percaya bahwa yang terpenting dalam trading terletak pada penutupan transaksi, bukan saat kita entry.

Walaupun Anda misalnya berhasil open posisi dipucuk, dan pair tersebut bisa bergerak dengan kencang, tanpa adanya perencanaan keluar pasar secara matang, semuanya akan jadi percuma saja.
Cerita ini mengingatkan saya bertemu dengan seorang trader asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mencoba buy GBPUSD. Kebetulan waktu itu harga memang sedang tinggi-tingginya. Lalu dia hold transaksi tersebut hingga beberapa lama.
Gambar 1. Trader Forex
Saat GBPUSD mulai turun, dia belum melepasnya karena merasa harga masih bisa naik. Namun sayang GBPUSD melemah dan turun hingga mengurangi equity hampir 50% dari modal. Akhirnya dia mulai panik dan dengan sangat terpaksa melakukan cut loss.
Perhatikan baik-baik dari cerita di atas. Ketika transaksi kena TP (Take Prof…