Skip to main content

Soal Kepercayaan

kekuatan kepercayaan Rp 00.00
Membicarakan soal kepercayaan diri, ternyata sebagian trader masih sulit menerapkannya. Karena tidak mampu memanfaatkan keadaan.

Banyak orang selalu malu atau menghindari suatu kejadian karena tidak mau menghadapinya. Hal ini bisa membuat kepercayaan dalam diri trader menjadi sirna dan tak berkembang.

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana kepercayaan mampu mendapatkan laba. Dengan kepercayaan, seseorang mampu melampaui kemampuan orang lain meskipun dalam keadaan sesulit apapun.

Mayoritas orang tidak menaruh perhatian yang besar pada kepercayaan. Beberapa minggu yang lalu, seorang teman yang kebetulan ia adalah insinyur sipil menceritakan kepada saya tentang pengalaman "memindahkan gunung", bukan perspektif yang sebenarnya.

meeting tentang rencana pembuatan jembatan layang
Gambar 1. Pertemuan Para Insinyur Jembatan

"Bulan lalu," ia berkata : "departemen saya mengirim surat kepada beberapa perusahaan rekayasa bahwa kami diberi wewenang untuk menarik beberapa perusahaan mendesain delapan buah jembatan sebagai bagian dari program kami dalam pembangunan jalan raya.

Jembatan-jembatan tersebut diharapkan memiliki pembiayaan sebesar £1,5 juta. Perusahaan rekayasa yang dipilih akan mendapat komisi 4 persen, atau £60.000 untuk kerja desainnya. "Saya berbicara dengan 21 perusahaan rekayasa mengenai hal ini. Empat yang terbesar segera memutuskan untuk menyerahkan proposal. Tujuh belas yang lain adalah perusahaan kecil.

undangan insinyur jembatan layang
Gambar 2. Pembahasan Pembuatan Jembatan

Besarnya proyek membuat takut 16 dari 17 perusahaan kecil ini. Mereka memeriksa proyek tersebut, menggelengkan kepala, dan berkata: "Proyek ini terlalu besar untuk kami. Tidak ada gunanya mencoba."

"Akan tetapi, salah satu dari perusahaan kecil, sebuah perusahaan dengan hanya tiga insinyur yang cakap, mempelajari rencananya dan berkata, 'Kami dapat mengerjakannya. Kami akan menyerahkan proposal.'  Mereka melakukannya, dan mereka mendapatkan pekerjaan itu."

menjadikan desain jembatan layang menjadi kenyataan
Gambar 3. Realisasi Jembatan Layang

Mereka yang percaya bahwa "saya dapat memindahkan gunung" hasilnya benar-benar dapat melakukannya. Dan mereka yang percaya bahwa benar-benar tidak bisa maka pada akhirnya memang tidak dapat melakukannya. Kepercayaan menggerakkan kekuatan untuk melaksanakan itu semua.

Share this on Google+
Kisah Positif dan Inspiratif | Hasil Besar

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setelah mencapai 100 orang setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Tanpa Listrik

Rp 00.00

Pentingnya Ilmu AQ Pada Trader

Rp 00.00 Kita tahu di dunia ini sudah ada ilmu pengembangan psikologis diantaranya : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan ada tambahan lagi yaitu AQ (Adversity Quotient). Ilmu satu ini mengukur tingkat ketahanan seseorang dikala menghadapi situasi sulit.
Ada sebuah potensi di dalam diri yang bisa dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan. Fokus dari potensi itu adalah AQ. Bagaimana menghadapi banyak rintangan, cobaan, hambatan, yang menjadi masalah adalah contoh apakah kita sanggup untuk berdiri kembali setelah terjatuh. Semakin cepat bangkit kembali dan mempertahankannya itu menandakan AQ Anda makin tinggi.

Menjadi Trader Bukan Sebuah Bakat

Rp 00.00 Profesi didunia ini banyak sekali dan setiap orang memiliki ciri khas masing-masing. Kadang juga ada orang yang memiliki bakat khusus yang tidak dimiliki manusia lain. Hal itu wajar karena kita diberi karunia oleh Tuhan. Lihat saja pelukis, pemahat, penyanyi, dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan kita sebagai trader forex? Apakah harus memiliki bakat sejak lahir supaya bisa sukses di bursa forex? Menurut penelitian 99% trader yang sukses di forex bukan karena faktor bakat sejak lahir, tapi merupakan hasil pembelajaran selama bertahun-tahun hingga membentuk karakter dan menjadi berhasil seperti sekarang ini.