Skip to main content

Gelar Ph.D

kisah seseorang dengan gelar PHD Rp 00.00
Kisah kegagalan orang yang cerdas ternyata banyak dialami oleh mereka yang pintar. Mendapatkan gelar kehormatan dari perguruan tinggi juga tidak dapat merubah kesuksesan seseorang.

Baik dari segi intelektual maupun dari perjalanan hidup hanya pikiranlah yang dapat memandu manusia untuk menjadi berhasil. 

Bukan kepintaran ataupun kecerdasan yang dimiliki seseorang bisa membawa kepada kesuksesan. Artikel ini menjelaskan bahwa penting memiliki besarnya pikiran daripada banyaknya inteligensi yang dimiliki. Untuk itu, jangan merasa takut atau tidak percaya diri dalam menjalani usaha apapun. Termasuk forex ini.

Saya punya teman yang baik dan kebetulan memiliki gelar kehormatan. Ia cakap, pandai, dan pintar. Dinegaranya setiap warga berjenis kelamin pria, sehat, dan kuat terkena wajib militer untuk menambah pasukan perang. Teman saya ini juga masuk wajib militer segera sesudah mendapatkan gelar Ph.D.nya.

Kalau sudah mendapatkan gelar Ph.D, dibenak saya ia akan dijadikan perwira atau seorang guru tentara dibelakang meja. Namun apa yang terjadi, apakah ia menjalani tahun-tahunnya di Angkatan Darat dengan mendapatkan penghormatan? Ternyata Tidak.


jenius dan pintar
Gambar 1. Jenius Tak Menjamin Sukses


Ia ternyata bukan sebagai seorang perwira. Bukan juga sebagai staf ahli profesional. Alih-alih, ia hanya menjadi seseorang yang mengemudi truk. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dirinya dipenuhi sikap negatif terhadap sesama serdadu karena bersikap arogan yang memandangang "Saya lebih unggul daripada mereka. Terhadap metode angkatan darat dan prosedur ia menganggapnya "Mereka bodoh".


gelar Ph.D tidak menjamin seseorang menjadi sukses dan berhasil
Gambar 2. Merasa Pintar dan Unggul  dari Rekan-rekan Lainnya


Terhadap disiplin "Itu untuk orang lain, bukan untuk saya", terhadap segalanya, termasuk dirinya sendiri memandang sebagai "Saya bodoh karena tidak memikirkan cara untuk melepaskan diri dari hukuman ini". Akhirnya teman saya tidak mendapatkan respek dari perwira ataupun siapa pun disana.


inteligensi anak yang pandai dan pintar
Gambar 3. Inteligensi Anak


Semua pengetahuannya yang besar terkubur. Gelar Ph.Dnya tidak ada pengaruhnya apa-apa. Sikapnya yang negatif mengubahnya menjadi pelayan. Ingat, cara berpikir yang memandu inteligensi Anda jauh lebih penting dari berapa banyak inteligensi yang Anda miliki. Bahkan gelar Ph.D. tidak dapat mengalahkan prinsip sukses dasar ini. Berani Mencoba..!!


Share this on Google+
Gagal | Lebih Berharga

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Jurnal Trading

Rp 00.00

Pair USDCHF

Rp 00.00

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.

Menjadi Trader Bukan Sebuah Bakat

Rp 00.00 Profesi didunia ini banyak sekali dan setiap orang memiliki ciri khas masing-masing. Kadang juga ada orang yang memiliki bakat khusus yang tidak dimiliki manusia lain. Hal itu wajar karena kita diberi karunia oleh Tuhan. Lihat saja pelukis, pemahat, penyanyi, dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan kita sebagai trader forex? Apakah harus memiliki bakat sejak lahir supaya bisa sukses di bursa forex? Menurut penelitian 99% trader yang sukses di forex bukan karena faktor bakat sejak lahir, tapi merupakan hasil pembelajaran selama bertahun-tahun hingga membentuk karakter dan menjadi berhasil seperti sekarang ini.