Skip to main content

Kisah Alex

kisah pria yang sedang mendapat gugatan oleh rekan kerja Rp 00.00
Masihkah Anda menyimpan informasi bagaimana market bergeliat atau menyimpan data di otak.

Hal itu tidak lain akan memperberat cara kerja Anda. Karena orang yang cerdas akan selalu memikirkan hal-hal yang bisa mendukung pemikirannya. Bukan memasukkan data dan fakta-fakta ke dalam otak lalu menyimpannya.

Kebanyakan dari kita akan memutuskan untuk menyimpan informasi. Namun alangkah baiknya otak kita hanya difokuskan pada pemikiran saja bukan sebagai gudang.

Suatu kali ada seorang pria. Nama panggilannya adalah Alex. Ia kebetulan terlibat dalam perkara pencemaran nama baik pada salah satu direktur perusahaan X. Pengacara perusahaan X menyebut Alex seperti orang yang tidak tahu apa-apa.


di debat dipengadilan
Gambar 1. Ilustrasi Debat


Dan Alex secara terhormat, berkata, "Buktikan." Lalu Pengacara perusahaan X mengajukan pertanyaan sederhana seperti "Siapa Tuan Y?" "Kapan Tuan P berada di instansi perusahaan?" dan lain-lain, yang kebanyakan tidak dapat dijawab oleh Alex waktu. Dimana Alex kurang mendapat informasi mengenai masalah tuan X dan P.

Akhirnya Alex menjadi sangat jengkel dan berkata, "Saya tidak tahu jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, tetapi dalam waktu lima menit saya bisa mendapatkan orang yang dapat menjawabnya."


sedang menikmati suasana pantai
Gambar 2. Santai

Alex tidak pernah tertarik untuk memenuhi pikirannya dengan informasi murahan seperti itu. Ia tahu bahwa kemampuan untuk mengetahui cara mendapatkan informasi lebih penting daripada menggunakan pikiran sebagai garasi dan gudang untuk menyimpan fakta.


Share this on Google+
Kisah Ilmuwan | Cuma Menghafal

Comments

Popular posts from this blog

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Jurnal Trading

Rp 00.00

Kontak

Rp 00.00

Pair USDCHF

Rp 00.00