Skip to main content

Masalah Usia

masalah usia bagi seseorang dalam berprofesi Rp 00.00
Menjadi seorang Trader tak ada patokan ia harus berusia sekian tahun. Orang yang sudah tua dengan kesibukannya mampu berprofesi macam-macam dapat melakukan transaksi satu ini.

Begitu pula seseorang yang merasa dirinya terlalu muda untuk memulai trading. Semua itu hanyalah sikap dirinya sendiri tentang usia.

Siapapun boleh belajar trading. Tak terkecuali anak-anak hingga orang dewasa maupun kakek-kakek sekalipun. Hal itu akan terlihat pada artikel kali ini yang semuanya tak ada kata terlambat.

Menyembuhkan diri dari penyakit dalih usia sering kali dapat membuka pintu peluang yang Anda kira sudah mentok dan tidak bisa diutak atik lagi. Namun beda dengan kisah kerabat saya. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun mengerjakan banyak hal yang dimulai dari menjual produk, mengoperasikan perusahaan hingga mencoba bekerja di bank.


pendeta
Gambar 1. Pendeta


Menariknya beliau tidak pernah menemukan apa yang sebenarnya ia ingin dalam perjalanan hidup sebelumnya. Sebenarnya kerabat saya ingin menjadi pendeta. Akan tetapi ia merasa dirinya sudah terlalu tua. Kini usia beliau 45 tahun, punya keluarga sederhana dan sedikit tabungan.

Syukurlah dia dapat menguasai dirinya sendiri dengan berkata, "Empat puluh lima atau bukan, saya akan menjadi pendeta." Dengan kepercayaan yang sangat besar itu, akhirnya ia mulai mengikuti program pendidikan menjadi pendeta selama lima tahun.


jamaat umat kristen di dunia
Gambar 2. Jemaat Gereja


Benar saja, lima tahun kemudian ia menjadi pendeta dengan memimpin jemaah lumayan besar di Amerika Serikat. Apakah kerabat saya ini merasa tua? Tentu saja tidak. Ia masih mempunyai kira-kira 20 tahun kehidupan produktif dan itu waktu yang cukup panjang dalam mewujudkan impian.


Share this on Google+
Dalih Usia | Keputusan

Comments

Popular posts from this blog

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Jurnal Trading

Rp 00.00

Kontak

Rp 00.00

Pair USDCHF

Rp 00.00