Skip to main content

Nasib

nasib buruk dan nasib baik Rp 00.00
Merasa senang akan hari ini dapat menggambarkan kehidupan Anda. Begitu juga dengan nasib, baik buruk suatu keadaan sering kali kita hubungkan dengan nasib seseorang.

Padahal apa yang kita lihat di alam ini terdiri dari sebab dan akibat. Ada hujan karena ada mendung. Ada mendung karena ada perubahan iklim.

Artikel kali ini akan menjelaskan bahwa nasib seseorang tidak ada pengaruhnya pada usaha. Usaha yang kita lakukan akan memberi efek pada kehidupan. Tidak ada yang gaib atau aneh.

Belum lama ini, saya mendengar seorang insinyur dalam bidang lalu lintas mendiskusikan keamanan jalan raya. Ia menunjukkan bahwa lebih dari 40.000 orang terbunuh pada kecelakaan lalu lintas. Lalu menyimpulkan bahwa yang kita sebut kecelakaan adalah akibat dari kelalaian manusia atau kegagalan mekanis, atau pun kombinasi dari keduanya.


aman berkendara
Gambar 1. Tertib Berlalu Lintas


Apa yang dikatakan oleh ahli lalu lintas ini mengingatkan saya oleh orang bijak zaman dahulu. Dimana ada sebab pasti ada akibat. Tidak ada yang terjadi tanpa sebab. Tidak ada yang kebetulan mengenai cuaca sekarang ini. Ini adalah akibat dari sebab yang spesifik.

Namun, terkadang kita sering mendengar orang berkeluh kesah pada keadaan. Hampir tidak ada hari yang berlalu tanpa mendengar seseorang menimpakan kesalahan pada nasib "buruk." Dan jarang sekali Anda tidak mendengar seseorang menghubungkan keberhasilan orang lain dengan nasib "baik."


tabrakan beruntun
Gambar 2. Nasib Buruk


Ini aneh tapi nyata, ketika diri kita mendapat kesulitan dihubungkanlah dengan nasib buruk. Namun ketika orang lain sedang mendapat keberhasilan kok tidak pernah kita menghubungkan dirinya dengan nasib baik? Rubahlah paradigma tentang nasib. Ada sebab pasti ada akibat. Akibat dari keberhasilan disebabkan karena usaha.


Share this on Google+
Sifat Kemudaan | Tanpa Nasib

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Level 4

Rp 00.00

Pentingnya Ilmu AQ Pada Trader

Rp 00.00 Kita tahu di dunia ini sudah ada ilmu pengembangan psikologis diantaranya : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan ada tambahan lagi yaitu AQ (Adversity Quotient). Ilmu satu ini mengukur tingkat ketahanan seseorang dikala menghadapi situasi sulit.
Ada sebuah potensi di dalam diri yang bisa dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan. Fokus dari potensi itu adalah AQ. Bagaimana menghadapi banyak rintangan, cobaan, hambatan, yang menjadi masalah adalah contoh apakah kita sanggup untuk berdiri kembali setelah terjatuh. Semakin cepat bangkit kembali dan mempertahankannya itu menandakan AQ Anda makin tinggi.

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.