Skip to main content

Kisah Manajer

cerita pengalaman Rp 00.00
Seorang manajer sekaligus pemilik perusahaan yang sudah pensiun dari sebuah percetakan (ia memiliki 60 karyawan) menjelaskan kepada saya bagaimana penggantinya dipilih. 

"Lima tahun yang lalu," teman saya memulai, "saya memerlukan seorang akuntan untuk bertanggung jawab atas keuangan dan rutin kantor kami. 

Orang yang saya angkat namanya Irwan usianya baru 27 tahun. Ia tidak tahu apa-apa tentang bisnis percetakan, tetapi riwayat kerja sebelumnya menunjukan bahwa ia adalah seorang akuntan yang ahli. Namun, satu setengah tahun yang lalu saya mengangkatnya menjadi manajer umum perusahaan.

"Mengingat kembali saat itu, saya menyadari Irwan mempunyai satu ciri yang menempatkannya di depan semua orang. Ia secara tulus dan aktif tertarik akan perusahaan secara keseluruhan, bukan hanya dalam membayar rekening dan membuat catatan." 

"Setiap kali melihat bagaimana ia dapat membantu karyawan lain, ia mengajukan sarannya. Setiap kali ia melihat bagaimana ia dapat membantu atasannya, ia melakukan hal yang sama. "Tahun pertama Irwan bersama saya, beberapa orang karyawan keluar. Ia mengajukan skema yang ia janjikan akan mengurangi biaya umum dengan biaya yang sangat rendah. Rencananya berhasil.

perusahaan cetak
Gambar 1. Usaha Percetakan

"Irwan mengerjakan banyak hal lain pula yang membantu perusahaan, bukan hanya departemennya sendiri. Ia membuat studi biaya rinci untuk bagian produksi kami dan menyingkapkan bagaimana suatu investasi yang besar dalam mesin cetak baru akan menghasilkan keuntungan yang besar." 

"Sekali kami mengalami kemerosotan kerja yang sangat buruk. Irwan mendatangi bagian 'penetap harga' dan berkata, 'Saya tidak tahu banyak mengenai bidang Anda, tetapi bersediakah Anda mengizinkan saya mencoba membantu?' Dan ia melakukannya."

"Irwan muncul dengan beberapa gagasan yang sangat bagus untuk membantu mendapatkan lebih banyak kontrak untuk percetakan kami. "Ketika seorang karyawan baru bergabung dengan staf, Irwan merasa sudah menjadi tugasnya untuk membuat pendatang baru itu merasa nyaman. "Ketika saya pensiun, Irwan adalah satu-satunya orang yang logis untuk mengambil alih.

"Akan tetapi, jangan salah paham," teman saya melanjutkan. "Irwan tidak berusaha menonjolkan dirinya di hadapan saya. Ia juga bukan sekadar orang yang sok sibuk. Ia tidak agresif dengan cara yang negatif. Ia tidak menusuk dari belakang, atau berkeliling memberikan perintah. Ia benar-benar menolong, bertindak seolah semua yang ada di dalam perusahaan melibatkan dirinya. Ia menjadikan urusan perusahaan sebagai urusannya."

Kita semua dapat mengambil pelajaran dari Irwan. Sikap "saya sudah melakukan tugas saya dan itu cukup" adalah cara berpikir yang kecil dan negatif. Pemikir besar memandang diri mereka bukan sebagai individu belaka, melainkan sebagai anggota tim, menang atau kalah bersama tim. Mereka membantu dengan segala cara yang dapat mereka lakukan, bahkan ketika tidak ada kompensasi atau imbalan langsung dan seketika untuk tindakan mereka.

Orang yang tidak menghiraukan masalah yang dihadapi teman sekerja dengan komentar, "Oh, itu bukan urusan saya, biarkan saja dia yang cemas!" tidak mempunyai sikap yang paling dibutuhkan untuk menjadi pemimpin. 

Bakat Eksekutif
Gambar 2. Menjadi Staf Aktif

Berlatihlah menjadi pemikir besar. Lihat kepentingan perusahaan identik dengan kepentingan Anda sendiri. Barangkali hanya sedikit sekali orang yang bekerja di perusahaan besar mempunyai minat yang tulus dan tidak egois akan perusahaan. 

Itulah sebabnya hanya relatif sedikit orang yang memenuhi syarat sebagai pemikir besar. Dan yang sedikit ini adalah orang-orang yang akhirnya diberi pekerjaan dengan tanggung jawab paling besar dan gaji paling tinggi.

Share this on Google+
Menambah Nilai | Pidato

Comments

Popular posts from this blog

Esensi Trading Forex

Rp 00.00 Selama ini belajar disekolah harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Bisa menghafal serta menuliskan kembali teori-teori yang ada akan disebut murid pintar. Cara ini terus dilakukan hingga anak tumbuh dewasa. Artinya murid dilihat kehebatannya berdasarkan seberapa mampu ia menghafal teori yang diajarkan oleh gurunya.
Sayangnya kebiasaan ini juga sampai saat kita belajar trading. Banyak orang menganggap untuk mendapatkan hasil profit maksimal, harus menghafalkan semua teori-teori teknis dengan sempurna. Pernah suatu saat saya bertemu dengan orang yang sepertinya telah hafal chart patttern. Ia berbicara dengan lancar dan menyebutkan masing-masing nama pattern candlestick yang saya sendiri tidak hafal seluruhnya.

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Kalender Ekonomi

Rp 00.00

Analis VS Trader

Rp 00.00 Di pasar forex kita harus bisa membedakan mana analis dan mana trader. Seorang analis akan cenderung meneliti berbagai faktor. Mencari indikator, menelaahnya untuk menunjang analisa sehingga bisa dipertanggung jawabkan di depan pengguna.
Ia akan mempelajari berbagai macam cara supaya hasilnya selalu benar. Makanya tugas seorang analis dituntut untuk memprediksi dengan akurat. Selain itu, seorang analis harus mampu mengidentifikasi dimana harga sekarang, sudah berada di bawahkah atau di atas.
Uji coba parameter indikator tidak luput dari pantauan demi mendapatkan setting terbaik. Mereka diwajibkan sudah memahami tentang pembentukan market seperti head and shoulder, pennant, flag, double bottom, dan masih banyak lagi. Keadaan candlestick dapat langsung ditentukan apakah membentuk pola harami, bullish engulfing, doji, hanging man, dan lain sebagainya.
Agar bisa memberi rekomendasi kepada investor, mereka harus mampu membuktikan analisanya. Namun terkadang ada oknum analis yang…

Strategi Perang Pasar Forex

Rp 00.00 Tahukah Anda pasar forex adalah ajang pertempuran antar trader. Teknik yang digunakan sama, dua analisa yaitu teknikal dan fundamental. Di pasar ada ribuan orang yang dengan menggunakan analisa terbaiknya bisa mendapatkan keuntungan.
Bayangkan kita disini hanya satu orang berada dibelakang komputer atau smartphone. Sedangkan di dalam pasar terdapat jutaan orang dengan senjata terbaiknya masing-masing. Menurut logika, siapa yang bertahan dalam kemenangan?