Skip to main content

Penilaian Diri

Rp 00.00
Sejauh berkenaan dengan sukses, orang tidak diukur menurut hitungan sentimeter, atau kilogram, atau gelar akademis, atau latar belakang keluarga. 

Mereka diukur berdasarkan besar kecilnya cara berpikir mereka. Berapa besar kita berpikir menentukan ukuran prestasi kita. Sekarang, mari kita coba dan lihat hasilnya. 

Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri, "Apa kelemahan saya yang terbesar?" Barangkali kelemahan terbesar manusia adalah sikap mencela diri. Sikap mencela diri terlihat melalui cara yang tak terhitung banyaknya.

Sebut saja John, ia melihat sebuah lowongan pekerjaan yang diiklankan di koran. Pekerjaan ini persis seperti apa yang ia inginkan. Akan tetapi ia tidak melakukan apa pun sehubungan dengan lowongan tersebut karena ia berpikir, "Saya tidak cukup ahli untuk pekerjaan itu, jadi mengapa harus repot-repot?" 

merasa enggan
Gambar 1. Ragu Ragu

Atau, mungkin Jim ingin berkencan dengan Joan, tetapi ia tidak menelepon Joan karena ia mengira gadis ini mungkin menolaknya. Tom merasa Tuan Richards akan menjadi calon pembeli yang sangat baik untuk produknya, tetapi Tom tidak menghubunginya karena ia merasa Tuan Richard adalah orang yang terlalu penting untuk mau menemuinya. 

Pete mengisi formulir lamaran untuk suatu pekerjaan. Salah satu pertanyaan berbunyi: "Berapa gaji awal yang Anda harapkan?" Pete menuliskan angka yang kecil saja karena ia merasa ia benar-benar tidak layak mendapatkan jumlah yang lebih besar seperti yang ia inginkan. Selama ribuan tahun para filsuf telah memberikan nasihat yang bagus: Kenali diri Anda sendiri. 

Akan tetapi kebanyakan orang tampaknya menafsirkan nasihat ini sebagai Kenali diri Anda yang negatif. Kebanyakan evaluasi diri terdiri atas pembuatan daftar mental yang panjang dari kesalahan seseorang, kekurangannya dan ketidakmemadai oleh dirinya sendiri.

sisi negatif
Gambar 2. Mengenali Diri Sendiri

Memang baik jika kita mengenali ketidakmampuan kita, karena hal ini memperlihatkan kepada kita bidang-bidang yang masih dapat kita perbaiki. Akan tetapi jika kita hanya mengenal sisi negatif diri kita, maka nilai diri kita pun menjadi kecil.

Share this on Google+
Wawancara | Latihan PD

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Level 4

Rp 00.00

Pair EURUSD

Rp 00.00

Pentingnya Ilmu AQ Pada Trader

Rp 00.00 Kita tahu di dunia ini sudah ada ilmu pengembangan psikologis diantaranya : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan ada tambahan lagi yaitu AQ (Adversity Quotient). Ilmu satu ini mengukur tingkat ketahanan seseorang dikala menghadapi situasi sulit.
Ada sebuah potensi di dalam diri yang bisa dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan. Fokus dari potensi itu adalah AQ. Bagaimana menghadapi banyak rintangan, cobaan, hambatan, yang menjadi masalah adalah contoh apakah kita sanggup untuk berdiri kembali setelah terjatuh. Semakin cepat bangkit kembali dan mempertahankannya itu menandakan AQ Anda makin tinggi.

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.