Skip to main content

Pertengkaran

marah-marah Rp 00.00
Pernahkah Anda berhenti sejenak untuk bertanya diri apa yang menyebabkan pertengkaran? Sedikitnya 99 persen pertengkaran dimulai karena persoalan kecil yang tidak penting.

Anton pulang menuju rumah dengan sedikit letih. Hidangan makan malam kurang sesuai dengan seleranya sehingga ia mengeluh. 

Hari yang dilewati Budi juga tidak terlalu menyenangkan, sehingga ia menuntut, "Baiklah, apa yang engkau harapkan dengan uang belanja yang kecil?" atau "Mungkin saya dapat memasak makanan yang lebih pantas seandainya saya mempunyai kompor baru seperti yang tampaknya dimiliki semua orang yang lain."

Ini menghina harga diri Anton, sehingga ia balas menyerang dengan, "Dengar, Budi, sama sekali bukan uangnya yang kurang. Engkau saja yang tidak tahu cara mengaturnya."

Dan begitulah seterusnya. Sebelum terjadi gencatan senjata, segala macam tuduhan dibuat untuk menyerang satu sama lain. Seks, uang, janji pranikah dan pascanikah, dan banyak lagi persoalan lain dilontarkan. 


marah
Gambar 1. Bertengkar


Kedua pihak meninggalkan pertempuran dalam keadaan gugup dan tegang. Tidak ada yang dibereskan, tetapi Anton dan Budi sudah dilengkapi dengan amunisi baru untuk membuat pertengkaran berikutnya lebih keras lagi. Hal-hal kecil, cara berpikir kecil, menyebabkan argumen. Jadi, untuk menghapus pertengkaran, hapuslah cara berpikir picik.

Berikut ini adalah sebuah teknik yang bekerja dengan baik. Sebelum mengeluh atau menuduh atau memarahi seseorang, atau meluncurkan serangan balasan sebagai pembelaan diri, bertanyalah kepada diri sendiri: "Apakah ini benar- benar penting?" 

Dalam kebanyakan hal, tidak cukup penting, dan Anda pun berhasil menghindari konflik. Bertanyalah kepada diri sendiri, "Apakah benar-benar penting seandainya ia menjatuhkan abu rokok di atas karpet atau lupa menutup tube pasta gigi, atau terlambat pulang ke rumah?"

"Apakah benar-benar penting seandainya ia memboroskan sedikit uang atau mengundang beberapa orang yang tidak saya sukai?" 

Jika Anda merasa ingin mengambil tindakan negatif, bertanyalah kepada diri sendiri, "Apakah ini benar-benar penting?" Jawaban untuk pertanyaan itu bekerja secara ajaib dalam membangun situasi rumah yang lebih baik. 


tak penting
Gambar 2. Mengalah


Jawabannya juga berlaku di kantor. Cara ini manjur ketika dalam perjalanan pulang ke rumah seorang pengemudi lain memotong jalan di depan Anda. Cara ini manjur di dalam situasi apa pun dalam kehidupan yang cenderung menimbulkan pertengkaran.


Share this on Google+
Pidato | Pikiran Picik

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Serius Ingin Berhasil di Forex? Inilah Caranya

Rp 00.00 Bisnis paling mudah menurut kami adalah trading forex. Hanya dengan menyetorkan dana senilai $10 maka kita sudah bisa memulainya. Walaupun tidak sedikit orang menganggap bisnis ini adalah aktifitas sampingan maka mereka tidak serius untuk menggelutinya.
Lalu kita lihat lagi, bisnis apa yang paling banyak memakan korban? ternyata trading forex. Hasil penelitian mendapatkan hampir 95% trader forex rugi dan sebagian lainnya pindah profesi. Apakah memang trading forex begitu susah sehingga banyak orang menjadi korban?

Mata Uang

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Perencanaan Trading yang Benar

Rp 00.00 Saya pernah mendengar seorang trader berkata : "Keuntungan trading itu terjadi saat exit bukan saat buka posisi". Saya sendiri percaya bahwa yang terpenting dalam trading terletak pada penutupan transaksi, bukan saat kita entry.

Walaupun Anda misalnya berhasil open posisi dipucuk, dan pair tersebut bisa bergerak dengan kencang, tanpa adanya perencanaan keluar pasar secara matang, semuanya akan jadi percuma saja.
Cerita ini mengingatkan saya bertemu dengan seorang trader asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mencoba buy GBPUSD. Kebetulan waktu itu harga memang sedang tinggi-tingginya. Lalu dia hold transaksi tersebut hingga beberapa lama.
Gambar 1. Trader Forex
Saat GBPUSD mulai turun, dia belum melepasnya karena merasa harga masih bisa naik. Namun sayang GBPUSD melemah dan turun hingga mengurangi equity hampir 50% dari modal. Akhirnya dia mulai panik dan dengan sangat terpaksa melakukan cut loss.
Perhatikan baik-baik dari cerita di atas. Ketika transaksi kena TP (Take Prof…