Skip to main content

Tukang Susu

kisah seorang tukang susu Rp 00.00
Ada sebuah kasus Tukang Susu yang Buta. Bukan buta secara fisik, melainkan buta terhadap kemungkinan yang akan terjadi.

Saat-saat trader melihat perkembangan market sekarang, pikirkan kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan. Hal ini akan membuat trader memiliki cadangan strategi yang bisa diandalkan.

Bacalah kisah tukang susu ini maka Anda akan memahami arti dari sebuah kemungkinan.

Beberapa tahun lalu seorang tukang susu yang masih muda datang ke rumah kami untuk menawarkan agar kami menjadi pelanggan. Saya menjelaskan kepadanya bahwa kami sudah berlangganan susu setiap hari dan sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. 

Lalu, saya menyarankan agar ia menghubungi tetangga di sebelah rumah dan berbicara dengan nyonya rumah di sana. Tukang susu tersebut menjawab, "Saya sudah berbicara dengan nyonya tersebut, tetapi mereka hanya memerlukan satu liter susu tiap dua hari, dan itu tidak cukup berharga untuk membuat kami singgah di sana."

peras susu
Gambar 1. Perah Susu Onta

"Mungkin saja begitu," saya berkata, "tetapi ketika Anda berbicara dengan tetangga kami itu, tidakkah Anda lihat bahwa permintaan susu di rumah tangga itu akan bertambah dalam jumlah besar dalam satu bulan atau lebih? Akan ada tambahan baru di sana yang akan menghabiskan banyak susu." 

Tukang susu tersebut terbengong-bengong sejenak, dan kemudian berkata, "Bagaimana saya menjadi begitu buta?" 

perah susu sapi
Gambar 2. Belajar Perah Susu

Hari ini keluarga yang semula hanya membeli satu liter susu tiap dua hari ini membeli 7 liter susu tiap dua hari dari tukang susu yang mempunyai pandangan ke depan. Anak laki-laki pertama di keluarga itu kini mempunyai dua adik laki-laki dan seorang adik perempuan. Dan saya diberitahu bahwa akan ada satu lagi segera menyusul. 

Betapa butanya kita kadang-kadang? Lihatlah kemungkinannya, bukan hanya apa yang ada sekarang. Guru sekolah yang hanya berpikir tentang Budi sebagaimana anak itu sekarang seorang anak nakal yang bodoh, tentu saja tidak akan membantu perkembangan anak tersebut. Akan tetapi guru melihat potensi yang ada pada diri Budi, akan berusaha membantunya sebaik mungkin.

Share this on Google+
Nilai Pelanggan | Jalur Ekspres

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setelah mencapai 100 orang setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Tanpa Listrik

Rp 00.00

Pentingnya Ilmu AQ Pada Trader

Rp 00.00 Kita tahu di dunia ini sudah ada ilmu pengembangan psikologis diantaranya : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan ada tambahan lagi yaitu AQ (Adversity Quotient). Ilmu satu ini mengukur tingkat ketahanan seseorang dikala menghadapi situasi sulit.
Ada sebuah potensi di dalam diri yang bisa dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan. Fokus dari potensi itu adalah AQ. Bagaimana menghadapi banyak rintangan, cobaan, hambatan, yang menjadi masalah adalah contoh apakah kita sanggup untuk berdiri kembali setelah terjatuh. Semakin cepat bangkit kembali dan mempertahankannya itu menandakan AQ Anda makin tinggi.

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.