Skip to main content

Mendengar

mengetahui lewat mendengar Rp 00.00
Di dalam sebuah kantor belum lama ini saya melihat sebuah papan tanda yang bertuliskan, "Untuk menjual kepada Budi apa yang Budi beli, Anda harus melihat segala sesuatunya melalui mata Budi." 

Dan cara untuk berbagi pandangan dengan Budi adalah dengan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Budi sendiri.

Telinga adalah katup pemasukan Anda. Telinga memberi makan pikiran Anda dengan bahan mentah yang dapat diubah menjadi kekuatan kreatif. Kita tidak belajar apa pun dengan berbicara. Akan tetapi tidak ada batas pada apa yang dapat kita pelajari dengan bertanya dan mendengarkan. 

Mendengar itu lebih baik daripada berbicara. Hal ini benar adanya dan telah dibuktikan oleh banyak orang. Coba program tiga tahap ini untuk menguatkan kreativitas Anda melalui bertanya dan mendengarkan :

1. Dorong orang lain untuk berbicara. 
Di dalam percakapan pribadi atau di dalam perusahaan, usahakan agar orang berbicara dengan memberi dorongan kecil seperti, "Ceritakan kepada saya tentang pengalaman Anda . . ." atau "Apa menurut Anda yang harus dilakukan mengenai . . .?" "Apa menurut Anda yang merupakan inti persoalan?" 

mendengarkan orang alin
Gambar 1. Mendengarkan

Dorong orang lain untuk berbicara dan Anda pun memperoleh kemenangan rangkap dua; pikiran Anda menyerap bahan mentah yang dapat Anda gunakan untuk menghasilkan pikiran yang kreatif dan Anda mendapatkan teman. Tidak ada cara yang lebih pasti untuk membuat orang lain menyukai Anda dibandingkan mendorong mereka untuk berbicara dengan Anda.

2. Uji pandangan Anda dalam bentuk pertanyaan. 
Biarkan orang lain membantu menghaluskan dan memoles gagasan Anda. Gunakan pendekatan "apa pendapat Anda mengenai saran ini". Jangan bersikap dogmatik. Jangan mengumumkan gagasan segar seolah gagasan itu disajikan di atas piring emas. 

Lakukan sedikit penelitian informal lebih dahulu. Lihat bagaimana kolega Anda bereaksi terhadapnya. Jika Anda melakukannya, kemungkinannya Anda akhirnya akan memperoleh gagasan yang lebih baik.

2. Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan oleh orang lain. 
Mendengarkan adalah lebih daripada sekadar menutup mulut. Mendengarkan berarti membiarkan apa yang dikatakan orang lain menembus ke dalam pikiran Anda. 

menyerap informasi
Gambar 2. Konsentrasi

Begitu sering orang berpura-pura mendengarkan ketika mereka sama sekali tidak mendengarkan. Mereka cuma menunggu lawan bicara berhenti sejenak agar mereka dapat mengambil alih pembicaraan. Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan oleh lawan bicara. Evaluasi apa yang dikatakannya. Begitulah cara Anda mengumpulkan makanan untuk pikiran Anda.

Share this on Google+
Konsumen | Kisah Kenalan

Comments

Popular posts from this blog

Cara Simple Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Tanpa Listrik

Rp 00.00

Daftar Anggota

Rp 00.00 Mendaftar keanggotaan pada juragan valas memiliki banyak keuntungan. Kelebihan yang akan didapatkan para JVer adalah :

Perencanaan Trading yang Benar

Rp 00.00 Saya pernah mendengar seorang trader berkata : "Keuntungan trading itu terjadi saat exit bukan saat buka posisi". Saya sendiri percaya bahwa yang terpenting dalam trading terletak pada penutupan transaksi, bukan saat kita entry.

Walaupun Anda misalnya berhasil open posisi dipucuk, dan pair tersebut bisa bergerak dengan kencang, tanpa adanya perencanaan keluar pasar secara matang, semuanya akan jadi percuma saja.
Cerita ini mengingatkan saya bertemu dengan seorang trader asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mencoba buy GBPUSD. Kebetulan waktu itu harga memang sedang tinggi-tingginya. Lalu dia hold transaksi tersebut hingga beberapa lama.
Gambar 1. Trader Forex
Saat GBPUSD mulai turun, dia belum melepasnya karena merasa harga masih bisa naik. Namun sayang GBPUSD melemah dan turun hingga mengurangi equity hampir 50% dari modal. Akhirnya dia mulai panik dan dengan sangat terpaksa melakukan cut loss.
Perhatikan baik-baik dari cerita di atas. Ketika transaksi kena TP (Take Prof…