Skip to main content

Orang Sibuk

orang sibuk Rp 00.00
Semua orang sukses dan cakap yang saya kenal adalah orang sibuk. Ketika saya memulai sesuatu, beberapa proyek bersama mereka, saya tahu sesuatu itu akan diselesaikan secara memuaskan.

Saya belajar dalam lusinan kejadian bahwa saya dapat mengandalkan orang yang sibuk untuk menyelesaikan tugas. 

Akan tetapi saya sering melihat kekecewaan dalam bekerja bersama orang yang mempunyai "banyak sekali waktu."  Artikel ini akan menjabarkan bagaimana sebetulnya orang sibuk bisa diandalkan daripada orang yang memiliki banyak sekali waktu.

Manajemen bisnis yang progresif terus menerus bertanya: "Apa yang dapat kami kerjakan untuk meluaskan keluaran?" Mengapa tidak bertanya kepada diri sendiri, "Apa yang dapat saya lakukan untuk meluaskan keluaran saya?" 

berbicara
Gambar 1. Berbicara Keras

Pikiran Anda akan secara kreatif memperlihatkan kepada Anda bagaimana caranya. Dalam ratusan wawancara dengan orang pada segala tingkat, saya membuat penemuan ini: Semakin besar orang bersangkutan, semakin cenderung ia mendorong anda untuk berbicara. Sebaliknya, semakin kecil orang bersangkutan, semakin cenderung ia mengkhotbahi Anda.

Ingat dua hal ini :
1. Orang besar memonopoli kegiatan mendengarkan.
2. Orang kecil memonopoli kegiatan berbicara.

Perhatikan ini pula: Para pemimpin di dalam semua bidang kehidupan menghabiskan jauh lebih banyak waktu meminta nasihat dibandingkan memberikannya. Sebelum seorang pemimpin mengambil keputusan, ia berkata, "Bagaimana menurut Anda tentang hal ini?" 

"Apa rekomendasi Anda?" "Apa yang akan Anda lakukan dalam keadaan yang sama ini?" "Bagaimana soal ini menurut pendengaran Anda?"

banyak mendengar
Gambar 2. Banyak Mendengarkan

Begitulah caranya orang-orang sukses menjadi besar dan berkarisma. Mereka tahu menempatkan dirinya pada lingkungan sehingga sekitarnya respect terhadap dirinya. Hal itu tak lain karena orang besar selalu lebih mengutamakan pendengaran daripada berbicara.

Share this on Google+
Lebih Baik | Pemimpin

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Menjadi Trader Bukan Sebuah Bakat

Rp 00.00 Profesi didunia ini banyak sekali dan setiap orang memiliki ciri khas masing-masing. Kadang juga ada orang yang memiliki bakat khusus yang tidak dimiliki manusia lain. Hal itu wajar karena kita diberi karunia oleh Tuhan. Lihat saja pelukis, pemahat, penyanyi, dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan kita sebagai trader forex? Apakah harus memiliki bakat sejak lahir supaya bisa sukses di bursa forex? Menurut penelitian 99% trader yang sukses di forex bukan karena faktor bakat sejak lahir, tapi merupakan hasil pembelajaran selama bertahun-tahun hingga membentuk karakter dan menjadi berhasil seperti sekarang ini.

Tanda Trading Anda dalam Ketakutan

Rp 00.00 Ingat pesan ini : "If you're scared of losing, one thing is certain, you are going to loss". Artinya Jika Anda takut kehilangan, satu hal yang pasti, Anda akan rugi. 
Mengalami loss itu sangat wajar dalam trading, bahkan loss bagaikan sisi lain dari mata uang. Tentu saja tidak dapat dipisahkan sama sekali, karena kita tidak bisa cuma mengharapkan gain saja, dan tidak mau menerima lossnya.

Jempol Market

Rp 00.00

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00