Skip to main content

Orang Sukses

jiwa sukses Rp 00.00
Orang yang sukses seperti halnya perusahaan yang sukses. Mereka akan selalu memiliki pertanyaan seperti ini : "Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas prestasi saya? Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik?"

Kesempurnaan absolut memang bukan milik manusia. Semua kesempurnaan hanya milik tuhan. 

Orang sukses mengetahui hal ini dan mereka selalu mencari cara yang lebih baik. Orang sukses tidak akan menyusun pertanyaan seperti ini, "Dapatkah saya mengerjakannya dengan lebih baik?" Ia tahu ia dapat. Jadi, ia menyusun pertanyaannya, "Bagaimana saya dapat mengerjakannya dengan lebih baik?"

Beberapa bulan yang lalu, seorang bekas mahasiswa saya dalam bisnis selama empat tahun, membuka toko perangkat kerasnya yang keempat. Ini benar-benar prestasi luar biasa mengingat investasi modal awalnya yang kecil, yaitu sekitar £1.200. 

Disisi lain ada persaingan yang menurut saya cukup keras dari toko-toko pesaing. Ini merupakan suatu keajaiban dalam waktu yang relatif singkat bisnisnya maju dan berkembang. Saya mengunjungi cabangnya yang baru untuk mengucapkan selamat kepadanya atas kemajuan hebat yang ia buat. 

Dengan cara tak langsung saya bertanya kepadanya bagaimana ia dapat berhasil dengan tiga tokonya yang pertama membuka toko keempat sementara kebanyakan pedagang harus berjuang agar berhasil hanya dengan satu toko.

kerja keras
Gambar 1. Kerja Keras

"Tentu saja," ia menjawab, "saya bekerja keras, tetapi sekadar bangun pagi dan bekerja hingga larut tidak berarti sudah cukup untuk mengembangkan keempat toko. Kebanyakan orang di dalam lini bisnis saya bekerja keras. Hal utama yang saya kaitkan dengan keberhasilan saya adalah "program perbaikan mingguan" yang saya buat sendiri.

"Program perbaikan mingguan? Kedengarannya menarik sekali. Bagaimana cara kerjanya?" saya bertanya. 

"Sebenarnya tidak ada yang perlu diuraikan," ia melanjutkan. "Ini cuma rencana untuk membantu saya bekerja lebih baik sementara tiap minggu berjalan." "Agar cara berpikir maju saya tetap pada jalurnya, saya membagi pekerjaan saya ke dalam empat elemen: pelanggan, karyawan, barang dagangan dan promosi." 

"Sepanjang minggu saya membuat catatan dan menuliskan gagasan mengenai bagaimana saya dapat memperbaiki usaha saya. "Kemudian tiap Senin malam saya menyisihkan waktu empat jam untuk mengulas gagasan-gagasan yang saya tuliskan, dan memikirkan bagaimana memanfaatkan gagasan yang solid di dalam usaha.

"Di dalam periode empat jam ini saya memaksa diri untuk memperhatikan usaha saya dengan cermat. Saya tidak sekadar mengharapkan lebih banyak pelanggan akan berbelanja di toko saya. Saya malah bertanya kepada diri sendiri, 'Apa yang dapat saya lakukan untuk menarik lebih banyak pelanggan?' 'Bagaimana saya dapat mengembangkan pelanggan tetap yang loyal?'" 

Ia melanjutkan menjabarkan banyak inovasi kecil yang membuat tiga tokonya yang pertama begitu berhasil: hal-hal seperti cara ia mengatur barang dagangan di dalam tokonya, teknik menjual yang membuat orang yang tadinya tidak berniat membeli akhirnya membeli, rencana kredit yang ia rancang ketika banyak pelanggannya tidak bekerja karena ada pemogokan, kontes yang ia selenggarakan selama musim sepi.

"Saya bertanya kepada diri sendiri, 'Apa yang dapat saya kerjakan untuk memperbaiki penawaran barang dagangan saya?' dan saya pada akhirnya mendapatkan gagasan itu. 

Saya akan memberikan sebuah contoh. Empat minggu yang lalu, terpikir bahwa saya seharusnya melakukan sesuatu untuk membuat lebih banyak anak datang ke toko. Saya bernalar seandainya saya mempunyai sesuatu di sini untuk menarik anak-anak ke toko maka saya juga akan menarik lebih banyak orangtua. 

Saya terus memikirkan hal ini dan kemudian gagasan tersebut muncul: Bariskan mainan kecil untuk anak-anak usia empat hingga delapan tahun. Cara ini berhasil! Mainan tersebut hanya membutuhkan tempat sedikit dan saya memperoleh keuntungan besar dari mainan tersebut.

Namun, yang paling penting adalah mainan tersebut menaikkan jumlah pelanggan toko. "Percayalah kepada saya," ia melanjutkan, "rencana perbaikan mingguan tersebut berhasil. Dengan bertanya kepada diri sendiri secara sadar, 'Bagaimana saya dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik?' Saya menemukan jawabannya. 

mainan anak
Gambar 2. Toko Mainan

Jarang sekali pada hari Senin malam saya tidak memikirkan suatu rencana atau teknik yang membuat ikhtisar laba-rugi saya tampak lebih baik. "Dan saya belajar sesuatu yang lain mengenai seni dagang yang berhasil pula, sesuatu yang saya kira semua orang terjun ke dalam bisnis sendiri harus mengetahuinya."

"Apa itu?" saya bertanya. "Cuma ini : Yang penting bukan apa yang Anda ketahui pada waktu Anda memulai, melainkan apa yang Anda pelajari dan Anda gunakan sesudah Anda membuka bisnis."

Share this on Google+
Musuh | Kekuatan Sikap

Comments

Popular posts from this blog

Kalender Ekonomi

Rp 00.00 Kalender ekonomi sangat dibutuhkan oleh mereka yang memiliki keahlian dalam memprediksi harga berdasarkan berita. Semua trader dapat ikut mencobanya.
Banyak trader fundamental menjadi trader handal hanya karena bisa memilah berita menguntungkan dan berita yang tidak menguntungkan.

Jurnal Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Serius Ingin Berhasil di Forex? Inilah Caranya

Rp 00.00 Bisnis paling mudah menurut kami adalah trading forex. Hanya dengan menyetorkan dana senilai $10 maka kita sudah bisa memulainya. Walaupun tidak sedikit orang menganggap bisnis ini adalah aktifitas sampingan maka mereka tidak serius untuk menggelutinya.
Lalu kita lihat lagi, bisnis apa yang paling banyak memakan korban? ternyata trading forex. Hasil penelitian mendapatkan hampir 95% trader forex rugi dan sebagian lainnya pindah profesi. Apakah memang trading forex begitu susah sehingga banyak orang menjadi korban?

Perencanaan Trading yang Benar

Rp 00.00 Saya pernah mendengar seorang trader berkata : "Keuntungan trading itu terjadi saat exit bukan saat buka posisi". Saya sendiri percaya bahwa yang terpenting dalam trading terletak pada penutupan transaksi, bukan saat kita entry.

Walaupun Anda misalnya berhasil open posisi dipucuk, dan pair tersebut bisa bergerak dengan kencang, tanpa adanya perencanaan keluar pasar secara matang, semuanya akan jadi percuma saja.
Cerita ini mengingatkan saya bertemu dengan seorang trader asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mencoba buy GBPUSD. Kebetulan waktu itu harga memang sedang tinggi-tingginya. Lalu dia hold transaksi tersebut hingga beberapa lama.
Gambar 1. Trader Forex
Saat GBPUSD mulai turun, dia belum melepasnya karena merasa harga masih bisa naik. Namun sayang GBPUSD melemah dan turun hingga mengurangi equity hampir 50% dari modal. Akhirnya dia mulai panik dan dengan sangat terpaksa melakukan cut loss.
Perhatikan baik-baik dari cerita di atas. Ketika transaksi kena TP (Take Prof…