Skip to main content

Pikiran Picik

berpikir picik Rp 00.00
Beberapa tahun yang lalu, saya menyaksikan bagaimana cara berpikir picik dapat menghancurkan peluang seorang pemuda untuk mendapatkan karier yang menguntungkan.

Empat orang eksekutif muda dipindahkan ke kantor yang baru. Mereka memiliki bakat dibidangnya masing-masing.

Tiga kantor baru sama dalam ukuran dan dekorasi. Yang keempat lebih kecil dan sederhana. Jadi ada perbedaan yang cukup jelas mengenai tata letak dari ruangan kantor tersebut.

Irwan secara kebetulan diberi kantor yang keempat, dan ini ternyata merupakan pukulan menyedihkan bagi harga dirinya. Segera saja ia merasa dirinya mengalami diskriminasi. Pikiran negatif, kemarahan, kegetiran, rasa iri menumpuk. Irwan mulai merasa dirinya tidak mampu. 

tidak suka
Gambar 1. Sedih

Akibatnya ia semakin menaruh dendam kepada rekan-rekan dan eksekutifnya. Bukannya bekerja sama dengan mereka, ia malah berusaha sedapat mungkin merusak usaha mereka. Segalanya menjadi semakin buruk, dan Irwan mengalami penurunan begitu buruk sehingga tiga bulan kemudian para direktur tidak mempunyai pilihan lain selain memecatnya. 

Cara berpikir picik mengenai persoalan kecil menghancurkan diri Irwan. Dalam ketergesaannya merasa didiskriminasikan, ia gagal untuk menyadari bahwa perusahaan sedang berkembang dengan pesat dan ruang kantor benar-benar sangat berharga. 

Bahkan tidak terpikir olehnya bahwa eksekutif yang mengatur pembagian kantor-kantor tersebut bahkan tidak tahu mana kantor yang kecil. Satu-satunya orang di perusahaan tersebut yang menganggap kantor sebagai indeks nilai dirinya adalah Irwan sendiri.

kesalahan
Gambar 2. Dipecat

Cara berpikir kecil mengenai hal-hal yang tidak penting seperti melihat nama Anda tercantum paling akhir pada lembaran gaji, atau menerima salinan karbon keempat dari memo kantor, dapat menyakiti Anda. Berpikirlah besar dan tak satu pun hal-hal kecil ini dapat menahan diri Anda.

Share this on Google+
Pertengkaran | Gagap

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Menjadi Trader Bukan Sebuah Bakat

Rp 00.00 Profesi didunia ini banyak sekali dan setiap orang memiliki ciri khas masing-masing. Kadang juga ada orang yang memiliki bakat khusus yang tidak dimiliki manusia lain. Hal itu wajar karena kita diberi karunia oleh Tuhan. Lihat saja pelukis, pemahat, penyanyi, dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan kita sebagai trader forex? Apakah harus memiliki bakat sejak lahir supaya bisa sukses di bursa forex? Menurut penelitian 99% trader yang sukses di forex bukan karena faktor bakat sejak lahir, tapi merupakan hasil pembelajaran selama bertahun-tahun hingga membentuk karakter dan menjadi berhasil seperti sekarang ini.

Tanda Trading Anda dalam Ketakutan

Rp 00.00 Ingat pesan ini : "If you're scared of losing, one thing is certain, you are going to loss". Artinya Jika Anda takut kehilangan, satu hal yang pasti, Anda akan rugi. 
Mengalami loss itu sangat wajar dalam trading, bahkan loss bagaikan sisi lain dari mata uang. Tentu saja tidak dapat dipisahkan sama sekali, karena kita tidak bisa cuma mengharapkan gain saja, dan tidak mau menerima lossnya.

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Jempol Market

Rp 00.00