Skip to main content

Bukti Kongkrit

bukti asli Rp 00.00
Artikel berikut ini akan memberikan informasi penting mengenai bagaimana orang-orang pada sebuah pekerjaan tertentu dapat digolongkan menjadi dua. Kelompok A dan kelompok B. 

Kelompok ini merupakan hasil dari wawancara yang dilakukan oleh perusahaan. Seperti apa kelompok tersebut? Ikuti saja uraiannya.

Beberapa bulan yang lalu saya menghabiskan waktu beberapa jam bersama seorang teman yang menjabat direktur personalia untuk sebuah pabrik peralatan. Kami berbicara mengenai "manusia pembangun."

Ia menjelaskan "sistem audit personalianya" dan apa yang ia pelajari dari sistem tersebut. "Kami memiliki sekitar 800 orang yang tidak produktif," ia memulai, "di bawah sistem audit personalia kami, saya bersama seorang asisten mewawancarai tiap karayawan setiap enam bulan sekali. Tujuan kami sederhana saja." 

"Kami ingin mengetahui bagaimana kami dapat membantu di dalam pekerjaannya. Kami pikir ini adalah kebiasaan yang bagus karena tiap orang yang bekerja dengan kami adalah orang penting, karena kalau tidak ia tidak akan termasuk di dalam daftar gaji."

tukar pikiran
Gambar 1. Wawancara

"Kami berhati-hati untuk tidak mengajukan pertanyaan yang bersifat langsung kepada karyawan. Kami mendorong karyawan untuk berbicara tentang apa saja yang ia inginkan. Kami bertujuan mendapatkan kesan dirinya yang jujur. Sesudah tiap wawancara kami mengisi formulir penilaian pada sikap karyawan bersangkutan terhadap aspek khusus pekerjaannya."

"Nah, inilah yang saya pelajari," ia melanjutkan. "Karyawan kami masuk ke dalam salah satu dari dua kategori, Kelompok A, dan Kelompok B, atas dasar bagaimana mereka berpikir mengenai pekerjaan mereka.

"Orang di dalam kelompok B berbicara terutama mengenai jaminan, rencana masa pensiun, kebijakan cuti sakit, waktu libur ekstra, apa yang kita lakukan untuk meningkatkan program asuransi, dan apakah mereka akan diminta untuk bekerja lembur bulan Maret yang akan datang seperti yang terjadi bulan Maret tahun lalu." 

"Mereka juga berbicara banyak tentang segi yang tidak menyenangkan dari pekerjaan mereka, hal-hal yang tidak mereka sukai pada diri rekan sekerja, dan seterusnya. Orang di dalam Kelompok B dan ini meliputi hampir 80 persen dari semua personel yang tidak produktif memandang pekerjaan mereka sebagai semacam kejahatan."

"Orang di dalam Kelompok A memandang pekerjaan mereka melalui kacamata yang berbeda. Mereka peduli mengenai masa depan dan menghendaki saran konkret mengenai apa yang dapat dilakukan untuk membuat kemajuan yang lebih cepat." 

bincang-bincang
Gambar 2. Interview

"Mereka tidak berharap kami memberi mereka apa saja kecuali kesempatan. Orang di dalam Kelompok A berpikir pada skala yang lebih luas. Mereka memberi saran untuk memperbaiki perusahaan. Mereka menganggap wawancara di kantor saya ini sebagai hal yang konstruktif. Akan tetapi orang Kelompok B sering merasa sistem audit personalia kami hanyalah untuk mencuci otak, dan mereka senang kalau wawancara sudah usai."

"Sekarang ada cara untuk mengecek sikap dan apa yang mereka maksudkan dengan keberhasilan pekerjaan. Semua rekomendasi untuk promosi, kenaikan upaya, dan hak istimewa disalurkan kepada saya oleh atasan langsung karyawan bersangkutan." 

"Hampir selalu orang dari Kelompok A yang direkomendasikan. Dan kembali hampir tanpa kecuali, masalah datang dari kategori Kelompok B. "Tantangan terbesar di dalam pekerjaan saya," ia berkata, "adalah mencoba membantu orang pindah dari Kelompok B ke Kelompok A." 

"Memang tidak mudah, karena sebelum seseorang berpikir bahwa pekerjaannya penting dan berpikir secara positif mengenai pekerjaannya, ia tidak dapat dibantu." Ini adalah bukti konkrit bahwa Anda adalah apa yang Anda pikir mengenai diri Anda, apa yang kekuatan pikiran Anda arahkan untuk menjadi sesuatu.

Share this on Google+
Kesan Penting | Keberhasilan

Comments

Popular posts from this blog

Esensi Trading Forex

Rp 00.00 Selama ini belajar disekolah harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Bisa menghafal serta menuliskan kembali teori-teori yang ada akan disebut murid pintar. Cara ini terus dilakukan hingga anak tumbuh dewasa. Artinya murid dilihat kehebatannya berdasarkan seberapa mampu ia menghafal teori yang diajarkan oleh gurunya.
Sayangnya kebiasaan ini juga sampai saat kita belajar trading. Banyak orang menganggap untuk mendapatkan hasil profit maksimal, harus menghafalkan semua teori-teori teknis dengan sempurna. Pernah suatu saat saya bertemu dengan orang yang sepertinya telah hafal chart patttern. Ia berbicara dengan lancar dan menyebutkan masing-masing nama pattern candlestick yang saya sendiri tidak hafal seluruhnya.

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Kalender Ekonomi

Rp 00.00

Analis VS Trader

Rp 00.00 Di pasar forex kita harus bisa membedakan mana analis dan mana trader. Seorang analis akan cenderung meneliti berbagai faktor. Mencari indikator, menelaahnya untuk menunjang analisa sehingga bisa dipertanggung jawabkan di depan pengguna.
Ia akan mempelajari berbagai macam cara supaya hasilnya selalu benar. Makanya tugas seorang analis dituntut untuk memprediksi dengan akurat. Selain itu, seorang analis harus mampu mengidentifikasi dimana harga sekarang, sudah berada di bawahkah atau di atas.
Uji coba parameter indikator tidak luput dari pantauan demi mendapatkan setting terbaik. Mereka diwajibkan sudah memahami tentang pembentukan market seperti head and shoulder, pennant, flag, double bottom, dan masih banyak lagi. Keadaan candlestick dapat langsung ditentukan apakah membentuk pola harami, bullish engulfing, doji, hanging man, dan lain sebagainya.
Agar bisa memberi rekomendasi kepada investor, mereka harus mampu membuktikan analisanya. Namun terkadang ada oknum analis yang…

Strategi Perang Pasar Forex

Rp 00.00 Tahukah Anda pasar forex adalah ajang pertempuran antar trader. Teknik yang digunakan sama, dua analisa yaitu teknikal dan fundamental. Di pasar ada ribuan orang yang dengan menggunakan analisa terbaiknya bisa mendapatkan keuntungan.
Bayangkan kita disini hanya satu orang berada dibelakang komputer atau smartphone. Sedangkan di dalam pasar terdapat jutaan orang dengan senjata terbaiknya masing-masing. Menurut logika, siapa yang bertahan dalam kemenangan?