Skip to main content

Persepsi

cara berpikir tentang orang Rp 00.00
Banyak perilaku manusia menimbulkan teka-teki. Pernahkah Anda bertanya dalam hati mengapa seorang wiraniaga (salesman) menyalami seorang pelanggan dengan cekatan, "Ya, Tuan, apa yang dapat saya lakukan untuk Anda?," 

Tetapi mengapa ia benar-benar mengabaikan pelanggan yang lain? 

Mengapa seorang karyawan mau membukakan pintu untuk seorang wanita, tetapi tidak untuk wanita yang lain? Atau mengapa seorang karyawan akan terus melaksanakan instruksi dari seorang atasan, tetapi mengerjakan dengan enggan permintaan atasan yang lain? 

Mengapa kita akan menaruh perhatian cermat pada apa yang dikatakan seseorang, tetapi tidak pada orang yang lain?

Lihat sekeliling Anda. Anda akan menyaksikan beberapa orang mendapat salam "Hai, Mac" atau "Hai, Tom," sementara yang lain disapa secara lebih hormat, "Ya, Tuan." Amati, dan Anda akan melihat bahwa sebagian orang menimbulkan kepercayaan, loyalitas dan kekaguman sementara yang lain tidak. 

Lihat lebih cermat lagi, dan Anda akan menyaksikan bahwa orang-orang yang mendatangkan hormat paling besar juga merupakan orang yang paling berhasil. Apa penjelasannya? 

Cowok Macho
Gambar 1. Cowok Cakep

Jawabannya dapat disingkat menjadi satu kata : berpikir. Berpikir memang membuatnya demikian. Orang lain melihat di dalam diri kita apa yang kita lihat di dalam diri kita. Kita menerima jenis perlakuan yang kita pikir layak kita dapatkan.

Berpikir memang membuatnya demikian. Orang yang berpikir dirinya inferior, lepas dari apa kualifikasinya yang sebenarnya, menjadikan dirinya inferior, karena berpikir mengatur tindakan. Jika seseorang merasa inferior, ia pun bertindak dengan cara inferior, dan tidak ada yang dapat menutupi perasaan dasar ini untuk waktu yang lama. Orang yang merasa dirinya tidak penting benar-benar menjadi tidak penting.

Jantelman
Gambar 2. Cowok Six Pack

Sebaliknya, orang yang benar-benar berpikir bahwa dirinya cocok untuk tugas yang diberikan, memang demikianlah adanya. Agar menjadi penting, kita harus berpikir bahwa diri kita penting, benar-benar berpikir demikian; kemudian orang lain pun akan berpendapat demikian pula. 

Share this on Google+
Gagasan | Respek

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Jurnal Trading

Rp 00.00

Jebakan Batman

Rp 00.00

Pentingnya Ilmu AQ Pada Trader

Rp 00.00 Kita tahu di dunia ini sudah ada ilmu pengembangan psikologis diantaranya : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan ada tambahan lagi yaitu AQ (Adversity Quotient). Ilmu satu ini mengukur tingkat ketahanan seseorang dikala menghadapi situasi sulit.
Ada sebuah potensi di dalam diri yang bisa dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan. Fokus dari potensi itu adalah AQ. Bagaimana menghadapi banyak rintangan, cobaan, hambatan, yang menjadi masalah adalah contoh apakah kita sanggup untuk berdiri kembali setelah terjatuh. Semakin cepat bangkit kembali dan mempertahankannya itu menandakan AQ Anda makin tinggi.

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.