Skip to main content

Semangat

semangat diri Rp 00.00
Beri diri Anda percakapan pendek pemberi semangat beberapa kali sehari. Beberapa bulan yang lalu seorang wiraniaga mobil menceritakan kepada saya tentang teknik penghasil sukses yang ia kembangkan. 

Tekniknya masuk akal. Ia  akan menelepon calon pembeli untuk mengatur janji temu. 

Ketika saya pertama kali mulai menjual mobil tiga tahun yang lalu, ini adalah masalah saya yang terbesar. Saya pemalu dan penakut, dan saya tahu suara saya terdengar demikian lewat telepon. Mudah bagi orang yang saya telepon untuk mengatakan, 'Saya tidak tertarik,' dan menutup telepon.

"Setiap Senin pagi manajer penjualan kami mengadakan rapat penjualan. Rapat tersebut sangat bersemangat dan membuat saya merasa enak. Dan lebih dari itu, saya selalu tampak mengatur lebih banyak demonstrasi pada hari Senin dibandingkan pada hari lain. Akan tetapi, kesulitannya adalah hanya sedikit semangat hari Senin tersisa hingga hari Selasa dan hari-hari selebihnya pada minggu tersebut."

Kemudian saya mendapat gagasan. Jika manajer penjualan dapat memberi semangat kepada saya, mengapa saya tidak dapat memberi semangat kepada diri saya sendiri? Mengapa tidak memberikan percakapan pendek pemberi semangat tepat sebelum saya mulai membuat percakapan telepon itu? 

saya kaya raya
Gambar 1. Berbicara Kepada Diri Sendiri

Hari itu, saya memutuskan untuk mencobanya. Tanpa mengatakan kepada siapa pun, saya berjalan keluar menuju taman dan mendapatkan sebuah mobil yang kosong Kemudian selama beberapa menit saya berbicara kepada diri saya sendiri. Saya mengatakan kepada diri saya sendiri, 'Saya penjual mobil yang baik dan saya akan menjadi yang terbaik. Saya menjual mobil yang bagus dan saya memberikan transaksi yang baik. Orang yang saya telepon memerlukan mobil itu dan saya akan menjualnya.'

"Nah, sejak awal sekali pemberian semangat kepada diri sendiri ini menunjukkan hasilnya. Saya merasa begitu enak sehingga saya tidak merasa enggan menelepon calon pembeli. Saya malah ingin melakukannya. Saya tidak lagi pergi keluar dan duduk di taman dan memberikan percakapan pemberi semangat kepada diri saya sendiri". 

saya berada dipuncak
Gambar 1. Berbicara dengan Hati Gembira

"Sebelum memutar suatu nomor telepon, saya mengingatkan dalam hati bahwa saya adalah wiraniaga kelas satu dan saya akan mendapatkan hasil, dan saya benar-benar berhasil." Itu gagasan yang bagus sekali, bukan? Untuk berada di puncak, Anda harus merasa berada di puncak. Beri diri Anda percakapan pemberi semangat dan temukan berapa jauh lebih besar dan kuat yang Anda rasakan.

Share this on Google+
Antusiasme | Cara Berpikir

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Serius Ingin Berhasil di Forex? Inilah Caranya

Rp 00.00 Bisnis paling mudah menurut kami adalah trading forex. Hanya dengan menyetorkan dana senilai $10 maka kita sudah bisa memulainya. Walaupun tidak sedikit orang menganggap bisnis ini adalah aktifitas sampingan maka mereka tidak serius untuk menggelutinya.
Lalu kita lihat lagi, bisnis apa yang paling banyak memakan korban? ternyata trading forex. Hasil penelitian mendapatkan hampir 95% trader forex rugi dan sebagian lainnya pindah profesi. Apakah memang trading forex begitu susah sehingga banyak orang menjadi korban?

Kalender Ekonomi

Rp 00.00 Kalender ekonomi sangat dibutuhkan oleh mereka yang memiliki keahlian dalam memprediksi harga berdasarkan berita. Semua trader dapat ikut mencobanya.
Banyak trader fundamental menjadi trader handal hanya karena bisa memilah berita menguntungkan dan berita yang tidak menguntungkan.

Perencanaan Trading yang Benar

Rp 00.00 Saya pernah mendengar seorang trader berkata : "Keuntungan trading itu terjadi saat exit bukan saat buka posisi". Saya sendiri percaya bahwa yang terpenting dalam trading terletak pada penutupan transaksi, bukan saat kita entry.

Walaupun Anda misalnya berhasil open posisi dipucuk, dan pair tersebut bisa bergerak dengan kencang, tanpa adanya perencanaan keluar pasar secara matang, semuanya akan jadi percuma saja.
Cerita ini mengingatkan saya bertemu dengan seorang trader asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mencoba buy GBPUSD. Kebetulan waktu itu harga memang sedang tinggi-tingginya. Lalu dia hold transaksi tersebut hingga beberapa lama.
Gambar 1. Trader Forex
Saat GBPUSD mulai turun, dia belum melepasnya karena merasa harga masih bisa naik. Namun sayang GBPUSD melemah dan turun hingga mengurangi equity hampir 50% dari modal. Akhirnya dia mulai panik dan dengan sangat terpaksa melakukan cut loss.
Perhatikan baik-baik dari cerita di atas. Ketika transaksi kena TP (Take Prof…