Skip to main content

Cara Analisa Secara Objektif

Rp 00.00
Sinyal biasanya terbentuk setelah beberapa hari terjadi siklus gelombang. Sebuah sinyal yang valid akan kelihatan dengan sangat jelas, khususnya bagi Anda yang setiap hari melakukan analisa terhadap pergerakan harga. Jadi kita seperti melihat proses pembentukan kupu-kupu dari kepompong. Pelan tapi pasti menjadi indah dipandang mata.

Sebagai trader, penting untuk selalu memperhatikan pergerakan harian dari pair favoritnya. Mungkin kita bisa mulai transaksi dengan lot kecil terlebih dahulu, supaya kita bisa langsung merasakan "ritme" dari gerakan harga dipasar. Sedangkan pemakaian lot normal hanya bisa dilakukan apabila sinyal sudah valid ya.

Namun sayangnya terbentuknya sinyal butuh waktu lama. Kebanyakan trader justru tidak sabar dan cenderung mencari tanda-tanda awal dari munculnya sinyal. Untuk itu trader harus mampu mengembangkan "intelegensi" terhadap suatu pair tertentu. Jangan sampai indikator yang kita pakai malah menjadi alat pembenaran persepsi kita tentang pasar.

Gambar 1. Putus Asa

Contoh nih, ada trader sedang terjebak floating di suatu pair. Selama transaksinya tersebut, dia mulai sibuk corat coret chart, mencari titik SR terdekat, coba nerapin indikator baru, merangkainya dalam beberapa periode. Tiba-tiba sibuk belajar di google bagaimana menghitung fibonanci, mencari-cari pola reversal dan berharap salah satu mirip dengan pola harga sekarang. Menelaah market apakah sudah cukup oversold atau overbought, dan masih banyak lagi tingkah polah lainnya.

Semakin transaksinya terfloating, semakin tidak mau melepasnya. Akibatnya analisa teknikal dijadikan alat untuk membenarkan posisinya. Ia akan semakin rajin mencari teknik baru untuk menghitung titik pembalikan. Padahal jika mau objektif, kita bisa dengan jelas melihat bahwa harga tersebut sedang tren. Untuk melindungi modal agar masih bisa transaksi lagi, satu-satunya jalan adalah dengan menempuh jalur cut loss.

Cara agar kita bisa menganalisa dengan objektif adalah dengan melakukan pemetaan pair tanpa memperhatikan korelasi harga, pendapat orang lain, ataupun rumor. Jadi fokus saja pada chart barulah kita memperhatikan nama mata uangnya. Semakin Anda mencari sinyal, semakin Anda tidak bisa melihat tren yang baru terjadi dan akan dimulai.

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Jurnal Trading

Rp 00.00

Jebakan Batman

Rp 00.00

Candle Bullish

Rp 00.00

Testimoni

Rp 00.00