Skip to main content

Lihatlah Pasar Forex Apa Adanya

Rp 00.00
Tidak sedikit orang menggunakan analisa teknikal untuk memprediksi pasar forex, mereka berusaha meramalkan pasar bergerak ke batas tertentu. Apakah harga GBPUSD sudah mencapai di level berapa, EURUSD akan turun sampai di mana, dan USDJPY mau beranjak setelah lewati titik apa.

Itu semua adalah pekerjaan para analis di situs-situs terkenal. Mereka memang dibayar agar mampu meramalkan pergerakan pasar. Jika hasil analisa benar, ia akan memperlihatkan kepada publik agar semua orang tahu jika cara yang digunakan untuk memprediksi ternyata cetar. Namun apabila hasil mereka salah, jangan harap akan menyinggung analisa, membahasnya saja tidak suka.

Sebagai trader forex, Anda tidak perlu membuktikan kepada siapapun bahwa analisa kita benar ataupun salah. Justru yang paling penting saldo Anda bertambah setiap bulan, itu saja. Lupakan rasa gengsi, ingin dipuji, atau menjadi yang paling pandai. Bila Anda berusaha selalu kelihatan benar dalam semua situasi, pasti Anda akan menyesal suatu hari nanti.

Lupakan gaya para analis yang dengan sangat menyakinkan mampu meramalkan arah harga forex. Disini yang dipertaruhkan dalam setiap trading adalah uang dan itu semua Anda peroleh dengan susah payah, kerja keras, dan peras keringat.

Ibarat chart adalah medical check up, pasar akan berfungsi sebagai foto rontgen. Saat melihatnya, sang dokter tidak mungkin memberikan prediksi. Mungkin pasien ini akan mati kurang dari 3 jam, organ dalamnya tidak berfungsi, dan lain-lain.

Dokter akan menggunakan foto rontgen itu untuk melihat keadaan pasien saat ini dan kemudian ia akan membuat langkah-langkah yang diperlukan untuk menolong pasien tersebut.

Gambar 1. Lihat Pasar Apa Adanya

Demikian juga pada saat seorang trader melihat chart market, dia tidak perlu memprediksi minggu depan harga akan lari ke mana, apakah akan membentuk double top lagi, triple bottom mungkin terulang kembali. Seharusnya lihat chart saat ini apa adanya, cek fakta di lapangan, bukan opini maupun persepsi, apalagi asumsi.

Untuk bisa membedakan fakta dengan opini, perhatikan baik-baik kata ini : “Sesuatu yang sudah terjadi adalah fakta sedangkan sesuatu yang belum terjadi disebut opini”.

Jangan pernah menyatukan kedua kata tersebut. Market tidak akan bereaksi sesuai dengan opini Anda. Trader profesional pun tidak tahu, 3 menit dari sekarang harga akan bergerak kemana.

Jadi mulai sekarang, ketika memperhatikan chart lihatlah apa adanya. Jangan berusaha berasumsi pada harga di masa depan. Indikator yang dibuat sebagai alat bantu untuk melihat gerakan nyata. Berhentilah untuk mendikte pasar, Anda hanya perlu bereaksi terhadap perubahannya saja. Jika ini diikuti, saya yakin modal Anda akan berkembang lebih besar.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Simple Trading

Rp 00.00

Youtube Berhadiah

Rp 00.00
Halo Gan.. Ada hadiah menanti Anda lho. Yeah hadiah menarik buat agan dari menonton youtube. Untuk mendapatkan hadiah, Pastikan Anda terdaftar menjadi anggota Juragan Valas.
Setiap bulan akan ada pemenang terpilih dan diumumkan melalui cannel youtube juragan valas. Semoga beruntung ya..

Tanpa Listrik

Rp 00.00

Daftar Anggota

Rp 00.00 Mendaftar keanggotaan pada juragan valas memiliki banyak keuntungan. Kelebihan yang akan didapatkan para JVer adalah :

Perencanaan Trading yang Benar

Rp 00.00 Saya pernah mendengar seorang trader berkata : "Keuntungan trading itu terjadi saat exit bukan saat buka posisi". Saya sendiri percaya bahwa yang terpenting dalam trading terletak pada penutupan transaksi, bukan saat kita entry.

Walaupun Anda misalnya berhasil open posisi dipucuk, dan pair tersebut bisa bergerak dengan kencang, tanpa adanya perencanaan keluar pasar secara matang, semuanya akan jadi percuma saja.
Cerita ini mengingatkan saya bertemu dengan seorang trader asal Surabaya, Jawa Timur. Ia mencoba buy GBPUSD. Kebetulan waktu itu harga memang sedang tinggi-tingginya. Lalu dia hold transaksi tersebut hingga beberapa lama.
Gambar 1. Trader Forex
Saat GBPUSD mulai turun, dia belum melepasnya karena merasa harga masih bisa naik. Namun sayang GBPUSD melemah dan turun hingga mengurangi equity hampir 50% dari modal. Akhirnya dia mulai panik dan dengan sangat terpaksa melakukan cut loss.
Perhatikan baik-baik dari cerita di atas. Ketika transaksi kena TP (Take Prof…