Skip to main content

Ragu Cut Loss? Begini Cara Enaknya

Rp 00.00
Pertempuran pada medan perang jaman dahulu membutuhkan sumber daya yang dapat melindungi tubuh dari serangan lawan. Sejenis perisai yang mampu menghadang dari berbagai arah. Dunia militer modern juga tak lepas dari pertahanan. Memakai pelindung yang bisa menghentikan serangan balistik atau rudal nuklir.

Kita trading disini juga butuh perisai yaitu cut loss. Ini adalah alat paling ampuh untuk menjaga modal kita. Jika sumber daya habis maka Anda tidak akan bisa lagi trading. Cut loss melindungi agar kerugian kita tidak bertambah besar. Betul?

Kapan harus cut loss? Apakah begitu harga turun beberapa point kita harus segera cut loss? Dalam kondisi tertentu Anda harus bisa bertahan selama mungkin ketika market sedang dalam masa trend. Disiplinlah kepada cut loss dari yang telah Anda tentukan sendiri.

Gambar 1. Batas Risiko

Untuk menentukan cut loss, sebaiknya gunakan perhitungan titik dimana kita sudah berani mengambil posisi. Jika harga naik misalnya dan melewati titik yang telah kita tentukan, maka sudah saatnya untuk sell, jadi sama sekali tidak ada gunanya tetap buy di pair tersebut, segeralah cut loss.

Sering kita memperhatikan, beberapa kali harga menyentuh cut loss yang telah ditetapkan, namun kemudian naik kembali. Jika Anda merupakan tipe seorang trader yang terbilang agresif serta berani, cobalah lakukan averaging saat harga ada 1 point di atas cut loss.

Apabila ternyata harga turun terus melewati titik tadi, segera cut loss 2 point di bawahnya. Sayangnya teknik ini memang memerlukan disiplin yang tinggi. Teknik model ini sering digunakan trader profesional dan dilakukan dalam kondisi tertentu dengan risiko maksimal 2% dari jumlah modal. Jadi jangan ragu untuk cut loss ya.

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Jurnal Trading

Rp 00.00

Login Firewoodfx

Rp 00.00

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.

Pair USDCHF

Rp 00.00