Skip to main content

Cambuk Keberhasilan Trader

Rp 00.00
Michael Jeffrey Jordan merupakan atlit bola basket profesional asal Amerika. Ia merupakan pemain terkenal di dunia dan sedikitnya enam kali bisa menjuarai NBA (Liga Nasional Basket Amerika). Ia memiliki tinggi badan 198 cm dan merebut gelar pemain terbaik.

Dalam sesi wawancara ia pernah berkata, "Saya telah melewatkan lebih dari 9.000 permainan dikarir saya. Namun saya kalah hampir 300 pertandingan. Pada uji coba klasemen ke 26, saya dipercayakan pelatih untuk membawa tim menjadi juara. Sebelum bisa melewati itu, saya telah gagal berkali-kali dalam hidupku. Dan itulah mengapa saya saat ini bisa berhasil".

Tidak berbeda pada dunia trading. Siapapun pernah gagal dan rugi. Siapa yang tidak pernah loss? Loss/rugi adalah hal yang wajar dalam trading. Namun tak sedikit orang menganggap loss adalah sesuatu yang tabu dan wajib disembunyikan. Bahkan parahnya banyak yang merasa bahwa loss adalah sebuah dosa, sehingga mereka enggan untuk cut loss.


Gambar 1. Michael Jeffrey Jordan

Berdasarkan hasil pengalaman saya terjadi banyak sekali peristiwa loss. Satu-satunya yang mendorong perubahan sistem trading ternyata loss itu. Dengan adanya kerugian tersebut, kita akan belajar lebih banyak dan tertantang untuk memperbaiki sistem trading kita.

Saya merasakan jika tidak menderita loss di masa lalu, mungkin sampai hari ini tidak akan berkembang. Uniknya semakin besar loss yang diderita, pelajaran yang kita dapat justru semakin berharga.

Ketika kita menderita loss sebaiknya sikap kita harus tegar untuk menghadapinya. Memang menyakitkan, tapi hal itu jangan sampai disia-siakan. Jadikan loss sebagai cambuk untuk menjadi lebih baik sehingga dimasa depan kita bisa hidup tanpa beban dan konflik.
 .

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Level 4

Rp 00.00

Pair EURUSD

Rp 00.00

Pentingnya Ilmu AQ Pada Trader

Rp 00.00 Kita tahu di dunia ini sudah ada ilmu pengembangan psikologis diantaranya : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan ada tambahan lagi yaitu AQ (Adversity Quotient). Ilmu satu ini mengukur tingkat ketahanan seseorang dikala menghadapi situasi sulit.
Ada sebuah potensi di dalam diri yang bisa dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan. Fokus dari potensi itu adalah AQ. Bagaimana menghadapi banyak rintangan, cobaan, hambatan, yang menjadi masalah adalah contoh apakah kita sanggup untuk berdiri kembali setelah terjatuh. Semakin cepat bangkit kembali dan mempertahankannya itu menandakan AQ Anda makin tinggi.

Anda Frustasi di Forex? Ini Solusinya

Rp 00.00 Ada sebuah kisah jaman dahulu dari seorang tukang kayu ketika mahkluk-makhluk dibumi masih bisa berbicara layaknya manusia. Ia sehari-hari berprofesi sebagai pemahat. Dari kayu-kayu biasa diubah menjadi mahakarya yang tak ternilai harganya. Suatu hari dia membawa 2 buah kayu besar dari hutan untuk dipahat menjadi patung.
Keesokan harinya, kayu pertama mulai dipahat. Namun tidak sampai selesai, kayu itu menangis. Rasa sakit akibat pahatan tukang kayu itu sungguh tak tertahankan. Tukang kayu memahami penderitaan si kayu dan membujuknya agar sabar karena sakit tersebut hanya sebentar. Sehingga setelah jadi nanti, kayu akan berubah menjadi patung yang sangat memukau.