Skip to main content

Penyakit ODC Hinggapi Para Trader

Rp 00.00

Perasaan takut dan juga serakah sering dijumpai pada aktifitas trading kita. Ketika harga mulai membuat kenaikan serta penurunan yang lumayan, rasa serakah akan mendominasi. Berusaha untuk averaging up sebanyak-banyaknya dan mengambil keuntungan lebih banyak dari biasanya. 

Sedangkan pada saat harga menunjukkan tanda-tanda koreksi maka kita akan khawatir. Takut harga terus koreksi dan mengikis profit yang telah kita dapatkan. Sehingga begitu harga kembali sedikit saja, buru-buru ditutup jangan-jangan setelah ini terjadi koreksi yang lebih besar lagi. Alhasil kita selalu diselimuti ketakutan akan kondisi market yang sedang dihadapi.

Keadaan takut dan serakah ini masih normal terjadi di pasar. Itu adalah reaksi trader dalam menghadapi pergerakan harga. Namun bila perasaan itu berubah menjadi sebuah ketakutan dan keserakahan akut, maka hal itu sudah tidak wajar.

Dokter telah menemukan penyakit yang disebut OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Sejenis gangguan jiwa dimana pikiran dan rasa takut mengendalikan seseorang untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang.

Ini merupakan kelainan psikologis yang memengaruhi pikiran dan perilaku penderitanya.  Begitu seseorang memiliki penyakit OCD, pikiran dan rasa takut yang tidak diinginkan akan muncul secara terus menerus, menyebabkan penderita terobsesi pada sesuatu dan melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang sebagai respon terhadap ketakutannya.

Misalnya, mengecek berulang kali apakah transaksi sudah terkena stoploss atau belum. Penderita OCD mungkin dapat mengabaikan pikiran itu, namun hal tersebut hanya akan membuat mereka merasa cemas dan tertekan sehingga akhirnya mereka harus melakukan sesuatu untuk melepas tekanan tersebut.

Khawatir pasar mengalami koreksi besar-besaran, hilangnya modal, dan frustasi akan kerugian menyebabkan orang menderita penyakit OCD. Akibatnya meskipun hasil analisa sudah benar, arah tren cukup bagus tapi profit yang di dapat justru sangat sedikit atau malahan bisa rugi, karena ya itu bolak-balik melakukan aksi beli jual tetapi tak berani berlama-lama khawatir transaksi menjadi rugi.

Gambar 1. Takut

Walaupun gangguan ini tidak sampai menimbulkan kematian, namun proses ini bisa mengidap kepada siapapun dalam jangka panjang. Bila tidak segera dihentikan maka penyakit ini akan menjadi sebuah kebiasaan.

Untuk itu, disini kita bisa lihat pentingnya sebuah perencanaan. Penyakit OCD bisa sembuh dengan mulai mengikuti langkah-langkah yang telah kita buat sebelumnya. Sehingga kita dengan mudah mengevaluasi kesalahan hasil transaksi dan membetulkan pada posisi berikutnya.

Usahakan untuk selalu disiplin dalam evaluasi, bila perlu cetak transaksi kita satu persatu. Jangan sampai kesalahan tersebut selalu berulang agar bisa cepat mendeteksi kelemahan diri kita. Kenali lawanmu juga kenali dirimu, pastilah penyakit OCD tak akan pernah mendekatimu dan kemenangan 100% menjadi milikmu.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Trading

Rp 00.00

Rahasia Dinapoli

Rp 00.00

Mata Uang

Rp 00.00

Berani Berpikir

Rp 00.00

Pesan Buat Trader Forex

Rp 00.00 Apa latar belakang kita untuk trading forex? Coba ingat saat pertama kali ingin memulainya? Sebagian besar orang masuk forex disebabkan oleh suatu pemikiran bahwa forex adalah “ladang uang”. Sehingga banyak sekali yang berharap untuk "cepat kaya" dari bisnis ini.
Lihatlah teman-teman Anda ketika sedang kirim screenshot di instagram, betapa kencangnya pergerakan harga saat ini beserta jumlah profitnya. Mereka tidak segan-segan untuk menceritakan keuntungan yang telah diperoleh lewat forex.